PARADAPOS.COM - Indonesia berkomitmen untuk menularkan semangat penguatan atlet disabilitas ke negara-negara anggota Federasi Olahraga Disabilitas Asia Tenggara (APSF). Hal ini disampaikan langsung oleh Presiden APSF yang baru, Senny Marbun, di Jakarta pada Senin, 8 Juni 2026. Menurutnya, masih banyak negara di kawasan ASEAN yang memarjinalkan masyarakat difabel, dan Indonesia ingin menjadi motor penggerak perubahan.
Momentum Kepemimpinan Baru
Senny Marbun, mantan atlet lempar para atletik, resmi terpilih sebagai Presiden APSF untuk periode 2026-2030. Ia menggantikan Osoth Bhavilai dari Thailand. Konsekuensi dari pergantian ini, kantor sekretariat APSF yang sebelumnya berpusat di Thailand akan dipindahkan ke Indonesia.
"Kita dahulu juga sama-sama termarjinalkan, tetapi kita sekarang sudah memiliki lahan sepuluh hektare untuk training center. Itu yang perlu kita tularkan kepada negara-negara lain," tuturnya dalam keterangan resmi.
Mendorong Prestasi Regional
Senny tidak hanya berbicara tentang fasilitas. Ia menekankan pentingnya peningkatan prestasi olahraga disabilitas di seluruh Asia Tenggara. Indonesia sendiri telah membuktikan diri dengan menjadi juara tiga kali berturut-turut di ASEAN Para Games dan berhasil meraih medali di ajang Paralimpiade.
"Sekarang saya ingin negara-negara Asia Tenggara mengikuti jejak Indonesia, agar bisa terus melangkah ke depan," ujarnya.
Program Strategis dan Fokus pada Regenerasi
Kepengurusan baru APSF memiliki sejumlah agenda prioritas. Langkah pertama adalah menyelesaikan seluruh dokumen transisi dari kepengurusan sebelumnya. Setelah itu, APSF akan mendampingi negara-negara anggota yang berlaga di Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, pada Oktober mendatang.
Tak berhenti di situ, perhatian juga tertuju pada ASEAN Para Games 2027 yang akan diselenggarakan di Malaysia. Wakil Presiden bidang Olahraga dan Teknis, Teo-Koh Sock Miang, menambahkan bahwa APSF berencana menggelar "single event" di negara-negara yang olahraga disabilitasnya masih tertinggal.
Menurutnya, masih ada negara anggota yang belum siap menyelenggarakan kompetisi multievent besar. Oleh karena itu, pendekatan "single event" dinilai lebih efektif untuk mengangkat aspek lain seperti ketersediaan klasifier, tenaga teknis lapangan, hingga kepemimpinan melalui berbagai pelatihan.
"Jadi pada intinya kita bisa maju bersama-sama," kata Teo-Koh Sock Miang.
Terobosan lain yang tak kalah penting adalah rencana penyelenggaraan multievent olahraga khusus untuk generasi muda. Kompetisi ini diharapkan menjadi wadah bagi setiap negara anggota untuk melakukan regenerasi atlet secara berkelanjutan.
"Kita mulai memikirkan untuk bisa menyelenggarakan youth games. Jadi, kejuaraan untuk atlet-atlet pemula atau atlet muda," ungkapnya.
Susunan Pengurus Periode 2026-2030
Untuk merealisasikan seluruh program tersebut, Senny Marbun akan didampingi oleh empat wakil presiden yang masing-masing menangani bidang berbeda. Mereka adalah Teo-Koh Sock Miang (Singapura), Y.E. Yi Veasna (Kamboja), Michael Barredo (Filipina), dan Than Than Htay (Myanmar).
Selain itu, posisi bendahara dipercayakan kepada Ali Yusri Abdul Ghafur dari Brunei Darussalam. Sementara itu, jabatan sekretaris jenderal diisi oleh Sukanti Rahardjo Bintoro dari Indonesia. Dengan komposisi ini, APSF optimistis dapat membawa perubahan signifikan bagi olahraga disabilitas di kawasan Asia Tenggara.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kepala BGN Isi Dewan Pengarah dengan Profesor Gizi dan Dokter Anak untuk Perkuat Program Makan Bergizi Gratis
BB TNBTS Larang Keras Pendakian Ilegal di Gunung Semeru Usai Insiden Tiga Pendaki Celaka
Telkom Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun dan Setujui Buyback Rp4 Triliun dalam RUPST 2025
Polisi Nyatakan Berkas Roy Suryo dan dr. Tifa Lengkap, Kubu Tersangka Bantah karena Belum Terima Surat Resmi Kejaksaan