Pemprov DKI Pastikan Penyesuaian Tarif Transjabodetabek Tak Abaikan Daya Beli Masyarakat

- Minggu, 07 Juni 2026 | 16:25 WIB
Pemprov DKI Pastikan Penyesuaian Tarif Transjabodetabek Tak Abaikan Daya Beli Masyarakat
PARADAPOS.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa rencana penyesuaian tarif sejumlah rute Transjabodetabek tetap mengedepankan daya beli masyarakat. Kepastian ini disampaikan oleh Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, pada Minggu, 7 Juni 2026, di Jakarta. Meski demikian, besaran tarif baru dan rute spesifik yang akan terkena dampak masih dalam tahap pembahasan internal.

Prinsip Pelayanan Publik Jadi Pegangan

Chico Hakim menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak bisa dilepaskan dari status Transjakarta sebagai layanan yang mendapat kewajiban pelayanan publik atau "Public Service Obligation" (PSO). Artinya, aspek keterjangkauan tarif menjadi fondasi utama yang tidak bisa ditawar. “Pemprov DKI Jakarta tetap berpegangan pada prinsip bahwa Transjakarta (termasuk Transjabodetabek) ada unsur "Public Service Obligation" (PSO) yang tentu salah satunya mengedepankan pertimbangan kemampuan ekonomi masyarakat,” ujar Chico. Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai angka pasti tarif khusus untuk Transjabodetabek. Chico juga enggan merinci rute mana saja yang masuk dalam daftar prioritas penyesuaian. “Masih dalam proses pembahasan di internal,” tuturnya singkat.

Gubernur Buka Suara Soal Subsidi Membengkak

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sudah memberi sinyal bahwa perubahan tarif akan segera terjadi. Ia menyebutkan, salah satu rute yang menjadi perhatian adalah Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta. “Untuk tarif Transjabodetabek Blok M-Soekarno Hatta, segera akan kami putuskan. Pada bulan-bulan ini kita akan memutuskan beberapa rute, bukan hanya Blok M ke Soekarno-Hatta, tetapi juga Transjabodetabek lainnya yang perlu penyesuaian,” jelas Pramono. Menurut Pramono, langkah ini terpaksa diambil lantaran beban subsidi yang digelontorkan pemerintah sudah terlalu besar. Ia menilai, tanpa penyesuaian, keberlanjutan operasional layanan bisa terganggu. “Penyesuaian itu perlu dilakukan karena jumlah subsidi yang terlalu besar,” ungkapnya. Di lapangan, para pengguna setia Transjabodetabek masih menunggu kepastian. Beberapa di antaranya berharap kenaikan tarif tidak terlalu memberatkan, mengingat layanan ini menjadi tulang punggung mobilitas mereka dari dan menuju Jakarta.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar