KAI Tegaskan Larangan Penggunaan Stop Kontak Kereta untuk Memasak

- Rabu, 22 April 2026 | 12:25 WIB
KAI Tegaskan Larangan Penggunaan Stop Kontak Kereta untuk Memasak

PARADAPOS.COM - Sebuah video yang memperlihatkan penumpang kereta api jarak jauh menggunakan stop kontak di dalam gerbong untuk memasak mi instan dengan kompor listrik viral di media sosial. Menanggapi hal tersebut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengingatkan bahwa tindakan semacam itu berbahaya dan melanggar aturan keselamatan perjalanan.

KAI Tegaskan Aturan Penggunaan Stop Kontak

Video yang beredar pada Rabu (22/4/2026) itu memicu perhatian publik. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang penumpang dengan santai menyolokkan kompor listrik portabel ke stop kontak yang tersedia di dekat kursinya, lalu memasak mi instan seolah berada di dapur pribadi. Adegan ini tentu saja menimbulkan keheranan dan kekhawatiran.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyayangkan insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa fasilitas stop kontak di kereta api memiliki fungsi yang sangat spesifik dan terbatas.

"Fasilitas stop kontak atau colokan listrik di setiap kursi kereta api hanya digunakan untuk mengisi daya gadget seperti handphone, tablet, atau laptop ataupun ear phone," tegas Luqman.

Risiko yang Mengintai di Balik Kelalaian

Lebih lanjut, Luqman Arif memaparkan alasan mendasar larangan tersebut. Penggunaan alat elektronik berdaya tinggi bukan sekadar soal ketidaknyamanan, melainkan menyangkut aspek keselamatan yang krusial bagi seluruh penumpang dan awak kereta.

"Selain gadget, penumpang tidak diperbolehkan menggunakan stop kontak di kereta api untuk keperluan lainnya seperti alat elektronik rumah tangga. Hal ini dikarenakan dapat mengganggu penumpang lainnya dan berpotensi membahayakan keselamatan serta kenyamanan perjalanan kereta api," lanjutnya.

Aturan ini secara eksplisit melarang pencolokan perangkat seperti catokan, hair dryer, rice cooker, dan kompor listrik. Larangan serupa juga berlaku untuk mengecas powerbank langsung di stop kontak gerbong. Tujuannya jelas: mencegah kelebihan beban pada sistem kelistrikan kereta yang dapat memicu korsleting, gangguan operasional, atau bahkan kebakaran.

Koordinasi dengan Petugas dan Imbauan KAI

Luqman juga mengingatkan mekanisme yang seharusnya ditempuh penumpang jika menemui kendala selama perjalanan. Alih-alih mengambil tindakan sendiri yang berisiko, penumpang disarankan untuk berkoordinasi dengan petugas.

"Jika penumpang mengalami kendala saat perjalanan seperti AC kurang berfungsi optimal, penumpang bisa menghubungi kondektur yang berdinas. Nomor handphone petugas Kondektur tertera di masing-masing dinding kereta," jelasnya.

Di akhir pernyataannya, KAI mengedepankan prinsip kebersamaan dan tanggung jawab sebagai pengguna fasilitas umum. Perusahaan mengajak semua penumpang untuk menciptakan lingkungan perjalanan yang aman dan harmonis.

"KAI mengimbau kepada pelanggan untuk saling menghormati dan menghargai di antara sesama pelanggan agar perjalanan kereta api tetap aman dan nyaman. Kami juga berpesan kepada pelanggan untuk selalu mematuhi aturan, menjaga ketertiban, menjaga fasilitas kereta api dan stasiun karena layanan kereta api merupakan fasilitas umum," pungkas Luqman.

Panduan Bijak Menggunakan Stop Kontak di Kereta

Berdasarkan penjelasan resmi KAI, berikut adalah panduan praktis bagi penumpang dalam menggunakan fasilitas listrik selama perjalanan:

Perangkat yang Diperbolehkan: Hanya untuk gadget pribadi berdaya rendah seperti handphone, tablet, dan laptop.

Perangkat yang Dilarang: Segala alat elektronik rumah tangga berdaya tinggi yang menghasilkan panas atau membutuhkan arus besar, misalnya hair dryer, catokan rambut, rice cooker mini, teko listrik, dan kipas angin.

Larangan Khusus Powerbank: Penumpang dilarang keras mengisi daya powerbank langsung di stopkontak gerbong karena berisiko tinggi membebani sistem daya.

Aspek Keamanan: Selalu periksa apakah kepala charger dalam kondisi baik dan tidak panas berlebihan. Segera cabut charger setelah gadget terisi penuh untuk meminimalkan risiko korsleting.

Etika Berbagi Fasilitas: Gunakan stop kontak dengan bijak dan pertimbangkan untuk bergantian jika fasilitas terbatas, terlebih jika ada penumpang lain yang juga membutuhkan.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar