Final Chinese Bridge Competition di Makassar, Peserta dari SMP hingga Universitas Siap Berlomba Bahasa dan Budaya Mandarin

- Minggu, 26 April 2026 | 19:00 WIB
Final Chinese Bridge Competition di Makassar, Peserta dari SMP hingga Universitas Siap Berlomba Bahasa dan Budaya Mandarin
PARADAPOS.COM - Makassar kembali menjadi tuan rumah ajang internasional Chinese Bridge Competition, sebuah kompetisi bahasa Mandarin dan budaya Tiongkok yang digelar di Stella Gracia School Building B pada hari ini. Acara ini diselenggarakan oleh Center for Language Education and Cooperation bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin dan Stella Gracia School, menghadirkan peserta dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Kompetisi ini tidak hanya menguji kemampuan linguistik, tetapi juga menilai pemahaman budaya, kreativitas, serta kemampuan peserta dalam menyampaikan cerita.

Menjembatani Dua Budaya

Direktur Confucius Institute Unhas, Rosdiana Jubhari, menjelaskan bahwa Chinese Bridge merupakan sarana strategis untuk mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan Tiongkok. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini sudah melalui proses seleksi yang ketat. “Chinese Bridge Competition adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pusat Bahasa Mandarin, tujuannya menjembatani kegiatan kebahasaan dan kebudayaan antara Tiongkok dan Indonesia. Hari ini adalah tahap final setelah sebelumnya peserta melalui proses seleksi,” ujar Rosdiana. Ia menambahkan bahwa peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMP, SMA, hingga universitas. Para pemenang nantinya akan dikirim ke Jakarta untuk seleksi lebih lanjut. “Peserta berasal dari SMP, SMA, hingga universitas. Nantinya pemenang akan dikirim ke Jakarta, dan jika lolos akan mewakili Indonesia ke Tiongkok untuk bersaing dengan negara lain,” kata Rosdiana, menambahkan.

Penampilan Seni dan Penilaian Komprehensif

Suasana di gedung Stella Gracia School Building B terlihat semarak. Selain sesi tanya jawab, peserta juga menampilkan berbagai pertunjukan seni, seperti tarian tradisional, musik, hingga aksi kreatif yang mencerminkan kekayaan budaya Tiongkok. Penilaian dilakukan secara menyeluruh, mencakup kemampuan berbicara, pemahaman budaya, hingga performa di atas panggung. Ketua Yayasan Stella Gracia School, Ingrid Mattualy, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, kompetisi semacam ini merupakan bagian dari kontribusi dunia pendidikan dalam meningkatkan kompetensi global siswa. “Kami sebagai sekolah yang relatif baru di Makassar mendukung program ini. Kegiatan ini penting untuk mendorong pemahaman bahasa dan budaya Mandarin yang semakin relevan secara global,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan dan pusat bahasa menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pembelajaran bahasa asing di Indonesia.

Lebih dari Sekadar Kompetisi

Selain menjadi ajang kompetisi, Chinese Bridge juga berperan sebagai sarana memperluas jejaring antar pelajar serta mendorong pemahaman lintas budaya di kalangan generasi muda. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki perspektif global dan kesiapan menghadapi tantangan dunia internasional.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar