Pembangunan Sekolah Rakyat Kulon Progo Capai 38 Persen, Serap Hampir Seribu Tenaga Kerja Lokal

- Senin, 27 April 2026 | 12:50 WIB
Pembangunan Sekolah Rakyat Kulon Progo Capai 38 Persen, Serap Hampir Seribu Tenaga Kerja Lokal
PARADAPOS.COM - Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah mencapai progres 38 persen dan ditargetkan rampung pada Juni 2026. Proyek yang berlokasi di Kelurahan Bulurejo, Kecamatan Lendah ini menggunakan anggaran APBN sebesar Rp214 miliar dan dibangun di atas lahan seluas 7,1 hektare. Selain menjadi solusi perluasan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, proyek ini juga menyerap hampir seribu tenaga kerja lokal, memberikan dampak ganda pada sektor ekonomi warga sekitar.

Percepatan Pembangunan dan Penambahan Tenaga Kerja

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa proyek ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. “Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas, tanpa mengabaikan mutu konstruksi,” kata Dody Hanggodo, dikutip Senin, 27 April 2026. Awalnya, jumlah pekerja yang terlibat sekitar 650 orang. Namun, seiring percepatan proyek, jumlah tersebut terus bertambah menjadi 840 orang, dan ditargetkan mendekati 925 pekerja. Lonjakan kebutuhan tenaga kerja ini menjadi angin segar bagi masyarakat lokal, terutama dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga. Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis DIY, Raden Haryo Satriyawan, menjelaskan bahwa strategi percepatan dilakukan dengan mengatur pekerjaan di beberapa zona konstruksi secara paralel. "Langkah percepatan kami lakukan melalui penambahan tenaga kerja dan pengaturan pekerjaan di beberapa zona konstruksi agar proses pembangunan dapat berjalan lebih paralel,” ujar Haryo.

Dampak Ekonomi di Tingkat Lokal

Kehadiran proyek ini tidak hanya berdampak pada sektor konstruksi, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga di sekitarnya. Aktivitas para pekerja mendorong tumbuhnya usaha kecil seperti warung makan, jasa transportasi, hingga penyedia kebutuhan harian. Secara tidak langsung, perputaran ekonomi di tingkat lokal ikut meningkat. Di lapangan, terlihat bagaimana proyek ini menjadi denyut nadi baru bagi warga Bulurejo dan sekitarnya. Para pekerja yang datang dari berbagai daerah turut menghidupkan roda ekonomi rumah tangga, mulai dari pedagang kaki lima hingga penyedia jasa kos-kosan.

Fasilitas Sekolah Rakyat Kulon Progo

Sekolah Rakyat Kulon Progo dirancang sebagai kawasan pendidikan modern yang terintegrasi. Fasilitasnya mencakup ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan, serta pusat pembelajaran digital. Selain itu, tersedia pula asrama bagi siswa dan guru. Tak hanya fokus pada kegiatan belajar mengajar, sekolah ini juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti klinik, kantin sehat, lapangan olahraga, ruang ekstrakurikuler, hingga ruang terbuka hijau. Dengan kapasitas tampung hingga 1.080 peserta didik, sekolah ini diharapkan menjadi pusat pendidikan baru yang mampu menjangkau anak-anak dari keluarga prasejahtera. Proyek ini menunjukkan bahwa investasi di sektor pendidikan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan warga melalui terbukanya lapangan kerja dan bertumbuhnya ekonomi rumah tangga. Ke depannya, keberadaan Sekolah Rakyat di Kulon Progo diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan baru, tetapi juga motor penggerak ekonomi masyarakat.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar