PARADAPOS.COM - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengunjungi RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid di Kota Bekasi pada Rabu, 29 April 2026. Kedatangan mereka untuk menjenguk para korban kecelakaan antara Kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam dua hari sebelumnya. Insiden tersebut menyebabkan puluhan korban luka-luka serta tiga orang meninggal dunia.
Kedatangan Pejabat di Lokasi
Pantauan di lapangan, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjadi orang pertama yang tiba di rumah sakit sekitar pukul 09.40 WIB. Tidak lama setelahnya, Dedi Mulyadi hadir dengan mengenakan kemeja putih. Keduanya sempat bersalaman sebelum langsung masuk ke Gedung C RSUD Kota Bekasi.
Beberapa menit berselang, Dudung Abdurachman menyusul. Dengan kemeja biru, ia turun dari kendaraan dan langsung melangkah masuk ke dalam gedung rumah sakit tanpa banyak berbincang dengan awak media.
Kondisi Para Korban
Direktur Utama RSUD Kota Bekasi, dr. Ellya Niken Prastiwi, memberikan keterangan terkait kondisi terkini para pasien. Menurutnya, mayoritas korban mengalami luka memar hingga patah tulang di bagian kaki dan tangan. Sejumlah pasien dengan kondisi lebih serius bahkan telah menjalani operasi.
"Ada yang dioperasi, kemudian juga persiapan operasi, ada yang patah tulang, ada di beberapa bagian. Tangan, kaki, demikian," ucap Ellya, Selasa 28 April 2026.
Ia menambahkan, sebanyak 17 orang saat ini menjalani rawat inap dan ditempatkan di ruang Bougenville. "Yang sudah mendapatkan rawat inap untuk dikelola lebih lanjut, ada yang operasi, ada yang diobservasi, itu kurang lebih 17 orang dan sudah ditempatkan di ruang Bougenville," tuturnya.
Dari total korban yang sempat mendapatkan penanganan, sebanyak 15 pasien telah diperbolehkan pulang. Kondisi mereka dinilai sudah membaik dan hanya memerlukan perawatan rawat jalan.
Korban Meninggal
Sementara itu, untuk korban meninggal dunia, dr. Ellya mengonfirmasi jumlahnya mencapai tiga orang. Seluruh jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
"Ada tiga orang yang meninggal dan semuanya sudah dipulangkan untuk diambil keluarganya, dan satu sudah diantar ke Jawa, Cilacap, dan Purworejo," ucapnya.
Suasana di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid sendiri tampak tenang namun penuh kesibukan. Petugas medis berlalu-lalang di lorong, sementara beberapa keluarga korban terlihat duduk di kursi tunggu dengan wajah cemas. Proses evakuasi dan penanganan pasca-kecelakaan masih terus berlangsung hingga hari ini.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Pelatih Persis Solo Sambut Gembira Pemanggilan Kiper Muhammad Riyandi ke Timnas untuk Piala AFF 2026
Wagub Rano Karno Desak Evaluasi Perlintasan Kereta Api di Jakarta Usai Kecelakaan Bekasi Timur
Tim Advokasi Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel, Tuding Penyidikan Kasus Penganiayaan Aktivis KontraS Mandek
Kombes Eko Diusulkan Raih Hoegeng Awards 2026 Berkat Program Ubah Pola Pikir Warga Agar Tak Rusak Hutan