PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan terus melanjutkan proyek-proyek hilirisasi dengan melakukan peletakan batu pertama atau "groundbreaking" secara bertahap. Dalam pernyataannya di sela-sela acara "groundbreaking" tahap kedua di Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu (29/4), Kepala Negara menyebutkan bahwa tahun ini jumlah "groundbreaking" bisa mencapai enam tahap. Hingga saat ini, Danantara telah meresmikan dua tahap pembangunan, dengan 13 proyek baru dimulai pada tahap kedua tersebut.
Target Enam Tahap Groundbreaking di Tahun Ini
Dalam pidatonya di Cilacap, Prabowo mengungkapkan optimisme terhadap percepatan proyek hilirisasi. Ia menjelaskan bahwa setelah tahap kedua, pemerintah tidak akan berhenti. “Kita akan tambah hilirisasi mungkin enam, enam lagi proyek (pada tahap ketiga). Dan terus-menerus akan kita tambah. Mungkin ada tahap keempat, kelima, keenam, insyaallah tahun ini juga,” kata Prabowo di hadapan para tamu undangan.
Suasana di lokasi acara tampak semarak dengan kehadiran para pejabat dan pekerja proyek. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi besar untuk memperkuat industri pengolahan dalam negeri.
Investasi Raksasa dan Serapan Tenaga Kerja
CEO Danantara, Rosan Roeslani, memberikan rincian lebih lanjut mengenai proyek tersebut. Ia menyebutkan bahwa pada tahap ketiga nanti, akan ada enam proyek baru yang diresmikan. Dengan demikian, total proyek hilirisasi yang sudah memasuki tahap "groundbreaking" akan mencapai 30 proyek.
“Kurang lebih USD 10 miliar, Rp 170 triliunan. Insyaallah fase 3 segera kami lakukan, nanti masuk kepada fase 4 dan fase berikutnya,” ungkap Rosan.
Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan pemerintah terus berjalan. “Dan kami berkoordinasi selalu dengan Pak Bahlil sebagai Menteri ESDM dan juga Kepala Satgas (hilirisasi) dalam rangka kita melihat proyek-proyek hilirisasi ini yang memang segera kita laksanakan dalam rangka penciptaan efek tambah, penciptaan industri dan tentunya adalah yang paling penting juga penciptaan lapangan pekerjaan,” tambahnya.
Potensi Penyerapan Hingga 600 Ribu Pekerja
Rosan juga membeberkan dampak ekonomi dari proyek-proyek tersebut. Menurutnya, dari 30 proyek yang akan dibangun, terdapat potensi penyerapan tenaga kerja yang sangat besar. “Kalau kita lihat dari proyek-proyek yang kita jalankan ini akan menciptakan lapangan pekerjaan mencapai kurang lebih 600 ribu orang,” kata Rosan.
Angka ini menunjukkan skala ambisius dari program hilirisasi yang tengah digencarkan. Dengan puluhan proyek yang tersebar di berbagai daerah, harapannya efek berganda terhadap perekonomian lokal bisa terasa langsung.
Tak Hanya Energi, Sektor Lain Jadi Sasaran
Lebih lanjut, Rosan memastikan bahwa proyek hilirisasi tidak hanya terbatas pada sektor energi. Ia membuka peluang ekspansi ke sektor lain seperti perkebunan dan budidaya perairan atau "aquaculture". “Memang ada energi masih ada, nanti ada dari perkebunan juga ada, perkebunan juga ada beberapa lagi, dan nanti insya Allah juga akan ada dari ini, "aquaculture",” tutur Rosan.
Pernyataan ini menegaskan bahwa strategi hilirisasi yang dijalankan bersifat multidimensi. Dengan melibatkan berbagai sektor, diharapkan rantai nilai industri nasional bisa semakin kuat dan berkelanjutan.
Editor: Clara Salsabila
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kalimantan Selatan Raih Peringkat Pertama Indeks Ketahanan Pangan Nasional 2025
Taylor Swift Kritik Penggemar yang Terlalu Ekstrem ‘Bermain Detektif’ di Balik Lagu-Lagunya
Pemprov DKI Bangun Flyover Latumenten untuk Hilangkan Risiko Kecelakaan di Perlintasan Kereta
Pemerintah Kucurkan Rp57 Miliar untuk 122 Program Riset Perguruan Tinggi di 8 Sektor Strategis