PARADAPOS.COM - Pekalongan, Jawa Tengah, menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sebuah sekolah menengah kejuruan mengandung belatung. Temuan ini terjadi pada lauk ayam yang dibagikan kepada siswa SMK Baitussalam, Kota Pekalongan, pada Senin (4/5). Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG setempat telah mengakui kelalaian tersebut dan menyampaikan permintaan maaf kepada pihak sekolah.
Belatung Ditemukan pada Lauk Ayam
Para siswa berseragam abu-abu putih yang menerima paket MBG mendapati adanya belatung pada makanan, terutama pada bagian lauk ayam. Temuan ini tidak dialami oleh satu atau dua orang saja, melainkan terjadi pada sebagian besar menu yang dibagikan pada hari itu. Suasana di sekolah sempat riuh ketika para murid menyadari kondisi makanan yang tidak layak konsumsi tersebut.
Kronologi dan Lokasi Kejadian
Peristiwa ini berlangsung di SMK Baitussalam yang berada di bawah naungan dapur umum SPPG Podosugih, Kecamatan Pekalongan Barat. Korwil SPPG Kota Pekalongan, R Atmajaya, saat dihubungi melalui sambungan telepon, membenarkan bahwa insiden tersebut terjadi pada Senin (4/5). Ia menjelaskan bahwa pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari sekolah.
Permintaan Maaf dan Tindak Lanjut
“Sudah saya koordinasikan dengan pimpinan terkait kejadian ini dan dilakukan evaluasi untuk memperketat SOP agar tidak terulang,” jelasnya.
Ia juga memastikan bahwa kejadian tersebut hanya terjadi di satu sekolah. Seluruh makanan yang bermasalah telah diganti pada hari yang sama.
“Pihak dapur juga sudah klarifikasi dan meminta maaf ke sekolah dan sudah mengganti makanannya juga,” ungkapnya.
Evaluasi SOP Dapur MBG
Atmajaya menambahkan bahwa insiden ini menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh jajaran SPPG. Pihaknya berkomitmen untuk memperketat prosedur operasional standar (SOP) di setiap dapur umum, terutama dalam hal pengawasan kualitas bahan pangan dan proses pengolahan. Langkah ini diambil agar kasus serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Editor: Andri Setiawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Tim SAR Temukan Pria 60 Tahun Tertimbun Longsor di Dramaga Bogor dalam Kondisi Meninggal
Pemerintah Wajibkan Devisa Ekspor SDA Ditempatkan di Himbara dan Dikonversi ke Rupiah Mulai Juni 2026
Polresta Bogor Bekuk Dua WN China Komplotan Pencuri Rumah Mewah Bermasker Messi, Kerugian Capai Rp1 Miliar
Rupiah Tembus Rp 17.424 per Dolar AS, Pemerintah Sebut Tekanan dari Faktor Global dan Musiman