Dinkes DKI Imbau Warga Kendalikan Populasi Tikus Cegah Penyebaran Hantavirus

- Senin, 11 Mei 2026 | 14:25 WIB
Dinkes DKI Imbau Warga Kendalikan Populasi Tikus Cegah Penyebaran Hantavirus
PARADAPOS.COM - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau warga untuk mengendalikan populasi tikus di lingkungan masing-masing sebagai langkah antisipasi meluasnya penularan hantavirus yang telah terdeteksi di ibu kota. Hingga awal tahun 2026, tercatat empat kasus telah ditemukan, dengan tiga pasien dinyatakan sembuh dan satu lainnya masih berstatus suspek. Imbauan ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, di Gedung DPRD DKI Jakarta pada Senin, 11 Mei 2026. Penularan virus ini diketahui terjadi melalui paparan kotoran tikus, seperti air liur, urine, atau debu yang terkontaminasi, namun hingga kini belum ditemukan kasus penularan antar-manusia.

Langkah Pengendalian Populasi Tikus

Menurut Ani, upaya pengendalian tikus menjadi prioritas utama untuk memutus rantai penyebaran virus. Ia menekankan bahwa masyarakat perlu terlibat aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Nanti berikutnya bagaimana kita melakukan pengendalian terhadap tikus,” ujar Ani di hadapan awak media. Ia juga menambahkan bahwa pola hidup sehat tidak kalah pentingnya. Masyarakat diminta untuk selalu mencuci tangan, menggunakan masker, dan memakai sarung tangan saat berada di area yang berpotensi terpapar kotoran tikus. “Harus cuci tangan, pakai masker ketika memang kita perkirakan kita ada di tempat-tempat yang berisiko, memakai pengaman ketika melakukan (pekerjaan),” imbaunya.

Konfirmasi Kasus dan Gejala Hantavirus

Ani mengonfirmasi bahwa hantavirus, yang dikenal berbahaya, sudah masuk ke wilayah Jakarta. Ia merinci bahwa sepanjang tahun 2026, pihaknya telah menemukan empat kasus. “Sepanjang 2026 sampai sekarang ini, ada empat kasus yang sudah kita temukan,” jelasnya. Dari keempat kasus tersebut, tiga orang telah dinyatakan sembuh, sementara satu orang lainnya masih dalam status suspek—yakni individu yang diduga menunjukkan gejala awal. Berdasarkan keterangan Kementerian Kesehatan, gejala umum hantavirus meliputi demam, sakit kepala, nyeri badan, lemas, hingga tubuh menguning.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar