PARADAPOS.COM - Menteri Koordinator Pembangunan Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melaporkan progres sejumlah program strategis nasional dalam rapat terbatas Kabinet Merah Putih yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (11/5) sore secara virtual. Dalam pertemuan tersebut, AHY memaparkan perkembangan dari rehabilitasi pascabencana hingga target pembangunan tiga juta rumah, yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.
Laporan Langsung dari Rapat Virtual
Rapat yang berlangsung secara daring itu diunggah momennya oleh AHY melalui akun Instagram pribadinya pada Selasa (12/5/2026). Dari balik layar, tampak suasana serius namun tetap kondusif saat para menteri menyampaikan laporan masing-masing. AHY menegaskan bahwa seluruh agenda yang dibahas merupakan direktif langsung dari Presiden Prabowo.
“Dalam kesempatan tersebut, saya melaporkan progres sejumlah agenda prioritas yang menjadi direktif Bapak Presiden untuk memperkuat infrastruktur, konektivitas dan ketahanan wilayah kita,” tulis AHY dalam unggahannya.
Program Strategis yang Dikawal
Beberapa program utama yang saat ini tengah dikawal kementeriannya mencakup penyelamatan Pantura Jawa, rehabilitasi pascabencana, serta Gerakan Indonesia Asri yang berfokus pada pengembangan ruang terbuka hijau dan biru. Tak hanya itu, program pembangunan tiga juta rumah dan konsep Transit Oriented Development (TOD) juga menjadi sorotan. Transformasi dan perluasan jaringan kereta api nasional pun masuk dalam daftar prioritas.
Di luar infrastruktur fisik, AHY juga menyoroti pentingnya swasembada air. Menurutnya, manajemen irigasi dan pipa rumah tangga yang berkelanjutan harus menjadi pilar utama dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Optimisme di Tengah Tantangan
Meski optimistis, AHY tak menampik bahwa tantangan pembangunan nasional masih cukup berat. Ia mengakui bahwa kerja keras dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk merealisasikan target-target tersebut.
“Tantangan ke depan tidaklah ringan, namun dengan kerja keras dan kolaborasi lintas sektoral, kita optimistis infrastruktur nasional akan semakin tangguh dan membawa manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, ia menekankan bahwa seluruh upaya ini pada akhirnya harus berujung pada kesejahteraan masyarakat luas. Rapat terbatas itu pun menjadi ajang untuk menyelaraskan langkah antar kementerian demi mencapai hasil yang maksimal.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Rupiah Tembus Rp17.513 per Dolar AS, Terendah Sepanjang Sejarah Akibat Tekanan Global dan Domestik
Pemprov DKI Usut Izin dan Pajak Parkir Blok M Square yang Disegel DPRD
Anggaran Rp514,8 Juta untuk Perawatan Mesin Kopi di Kemensos Tuai Sorotan Publik
OJK Dukung Penurunan Bunga KUR Maksimal 5 Persen Demi Perluas Akses Pembiayaan UMKM