PARADAPOS.COM - Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menjadi sorotan publik setelah dokumen anggaran yang mencatat alokasi dana hingga Rp514,8 juta per tahun untuk perawatan mesin kopi beredar luas di media sosial. Dokumen dengan kode RUP 64298840 itu memicu gelombang pertanyaan, terutama karena anggaran tersebut muncul di tengah kesulitan ekonomi masyarakat dan setelah kontroversi pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat. Publik pun ramai mempertanyakan urgensi dan kewajaran biaya servis yang nilainya setara dengan harga beberapa unit mesin kopi baru tersebut.
Anggaran Fantastis untuk Mesin Kopi
Dalam dokumen yang beredar, nama paket pengadaan tercatat sebagai "Pengadaan bahan kelengkapan mesin kopi." Uraian spesifikasi pekerjaan menyebutkan angka Rp42,9 juta per bulan selama 12 bulan, dengan total pagu anggaran mencapai Rp514,8 juta. Metode pemilihan yang digunakan adalah pengadaan langsung. Angka ini sontak membuat banyak orang geleng-geleng kepala, apalagi jika dibandingkan dengan harga pasar mesin kopi komersial yang rata-rata hanya puluhan juta rupiah per unit.
Akun Instagram @voxpolitikid menjadi salah satu yang pertama mengunggah tangkapan layar dokumen tersebut.
"Kira-kira kalo dikasih budget Rp 500 juta perbulan, mau beli mesin kopi apa? Barista bantu jawab dong…." tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Diduga, dokumen anggaran itu bersumber dari data INAPROC, sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah. Namun, saat redaksi mencoba menelusuri tautan yang tercantum dalam unggahan, yaitu https://data.inaproc.id/rup?kode=64491632, halaman yang muncul justru menampilkan pesan: "Detail Paket Penyedia: 64491632" dan "Data detail utama tidak ditemukan." Dengan kata lain, dokumen tersebut sudah tidak lagi dapat diakses.
Kemensos Butuh Mesin Kopi Buat Apa?
Beredarnya informasi ini langsung memicu reaksi keras dari warganet. Banyak yang mempertanyakan urgensi perawatan mesin kopi dengan biaya yang dinilai sangat fantastis. Sindiran pun bermunculan, mulai dari apakah mesin kopi tersebut sekelas pabrik atau justru biaya servisnya lebih mahal dari harga unit baru. Sorotan ini makin tajam mengingat sebelumnya Kemensos juga sempat ramai diperbincangkan soal pengadaan sepatu yang dianggap kontroversial.
Di berbagai platform media sosial, komentar publik terus mengalir. Sebagian meminta transparansi penuh terhadap rincian anggaran, sementara yang lain mendesak evaluasi menyeluruh terhadap pola belanja barang di kementerian. Bagi masyarakat awam, angka Rp500 juta bukanlah jumlah yang kecil. Dana sebesar itu, menurut mereka, bisa dialokasikan untuk program yang lebih menyentuh kebutuhan rakyat, seperti bantuan sosial, pemberdayaan warga miskin, atau peningkatan fasilitas pelayanan sosial.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kemensos yang menjelaskan secara detail mengenai anggaran Rp514,8 juta untuk perawatan mesin kopi tersebut. Publik pun masih menunggu klarifikasi, karena yang dipersoalkan bukan sekadar mesin kopi, melainkan sensitivitas dan akuntabilitas penggunaan uang negara di tengah tekanan ekonomi yang masih terasa."
Artikel Terkait
Dirjen Dukcapil Tegaskan KTP-el Tetap Wajib untuk Check-in Hotel, Fotokopi Diperbolehkan Asal Bijak
Rupiah Tembus Rp 17.500 per Dolar AS, Tersungkur ke Level Terendah Sepanjang Sejarah
Wameninves Todotua Pasaribu Sebut Jawa Tengah Jadi Kontributor Investasi Tertinggi, Dorong Hilirisasi dan Energi Hijau
Pemerintah Segera Cairkan Gaji ke-13 Pensiunan ASN, Ini Besaran dan Perkiraan Jadwalnya