PARADAPOS.COM - Seorang perempuan muda asal Indramayu, Jawa Barat, diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus pengantin pesanan di China. Kusnia (21), warga Desa Jambak, Kecamatan Cikedung, kini terlantar di sebuah panti jompo di Anhui setelah diiming-imingi pekerjaan restoran namun dipaksa menikah dengan pria setempat. Melalui pesan video, ia memohon pertolongan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan pemerintah pusat untuk dipulangkan.
Berawal dari Tawaran Kerja Fiktif
Peristiwa ini bermula ketika dua orang warga Indonesia menawari Kusnia pekerjaan di sebuah restoran di China. Tergiur dengan janji gaji besar, ia pun menyetujui tawaran tersebut. Namun, sesampainya di Negeri Tirai Bambu, kenyataan pahit menanti. Janji bekerja di restoran hanyalah kebohongan.
Kusnia justru dipaksa menjadi pengantin pesanan untuk seorang pria warga negara setempat. Dalam laporan keluarga yang diterima pada Selasa (12/5/2026), terungkap detail penipuan tersebut.
"Awalnya dijanjikan kerja restoran, tapi malah dinikahkan. Katanya ada uang mahar Rp400 juta, tapi kenyataannya korban hanya diberi Rp20 juta," tulis keterangan dalam laporan pihak keluarga.
Kekerasan Berlapis yang Dialami Korban
Penderitaan Kusnia tidak berhenti pada penipuan semata. Selama tinggal bersama pria tersebut, ia mengaku kerap mengalami kekerasan fisik dan seksual. Setiap kali menolak kemauan suami paksaannya, ia akan dianiaya.
Kondisi terkini Kusnia semakin memprihatinkan. Ia diketahui berada di sebuah panti jompo di wilayah Anhui, China. Hidupnya terlantar, hanya mengandalkan belas kasihan penjaga panti untuk sekadar bisa makan.
Tangisan Seorang Ibu di Indramayu
Di kediaman orang tuanya di Indramayu, suasana haru tak terbendung. Darkem, ibunda Kusnia, tampak memegang foto sang anak sambil menangis histeris. Ia memohon bantuan pemerintah dengan suara terbata-bata.
"Anak saya sering telepon sambil nangis, cerita disiksa di sana. Saya mohon kepada pemerintah, tolong pulangkan anak saya. Kami orang kecil tidak punya biaya," ujar Darkem.
Harapan pada Jalur Diplomasi
Keluarga kini menggantungkan harapan besar pada Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri dan KBRI di China. Mereka berharap langkah diplomasi segera dilakukan untuk menjemput Kusnia.
Kasus dugaan TPPO dengan modus pengantin pesanan ini kini menjadi perhatian serius. Aktivis buruh migran dan perangkat desa setempat tengah mendorong agar laporan resmi segera diajukan ke pihak berwenang. Tujuannya tak lain untuk memproses hukum para perekrut yang masih berada di Indonesia.
Editor: Yuli Astuti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Semarak Lomba 17-An Menyambut HUT ke-81 RI, Panjat Pinang di Manggarai Laris Manis
Polisi Kerahkan Water Cannon Selamatkan Ratusan Hektare Sawah di Sidrap dari Kekeringan
IHSG Berbalik Melemah ke 6.346 pada Sesi Awal, Investor Cermati Review MSCI dan Geopolitik Timur Tengah
21 Rumah di Bengkulu Ludes Terbakar, Akses Jalan Sempit Hambat Pemadaman