PARADAPOS.COM - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan tidak akan mundur meskipun tekanan dari internal Partai Buruh terus meningkat dan sejumlah menteri junior memilih meninggalkan jabatannya. Situasi ini memuncak sehari menjelang pembukaan parlemen yang akan memaparkan program legislasi pemerintah untuk setahun ke depan. Masa depan politik Starmer menjadi sorotan tajam setelah partainya mengalami kekalahan telak dalam pemilu lokal pekan lalu, memicu spekulasi bahwa jika hasil serupa terulang dalam pemilu nasional sebelum 2029, Partai Buruh bisa kehilangan kekuasaan secara dramatis.
Langkah Mempertahankan Diri di Tengah Gelombang Desersi
Di tengah hiruk-pikuk politik London, Starmer berupaya memperkuat dukungan di dalam kabinetnya. Meskipun belum ada anggota kabinet senior yang secara terbuka memintanya mundur, desas-desus terus berhembus. Menteri Kesehatan Wes Streeting disebut-sebut sebagai figur yang memiliki basis pendukung kuat di internal partai, termasuk di antara para pejabat yang baru saja mengundurkan diri pada Selasa lalu.
Kondisi ini mengingatkan banyak pengamat pada jatuhnya Boris Johnson pada 2022, ketika puluhan menteri mundur secara massal dan memicu krisis kepemimpinan. Namun, skala tekanan terhadap Starmer saat ini belum mencapai titik tersebut.
Lebih dari 100 anggota parlemen Partai Buruh telah menandatangani surat yang menyatakan bahwa saat ini “bukan waktu untuk kontestasi kepemimpinan.” Namun di sisi lain, sekitar 90 anggota parlemen lainnya secara terang-terangan meminta Starmer mundur atau setidaknya menetapkan jadwal pengunduran dirinya. Jumlah tersebut, meskipun signifikan, belum cukup untuk memicu pemilihan pemimpin baru. Aturan Partai Buruh mensyaratkan setidaknya seperlima anggota parlemen—atau 81 orang—harus secara terbuka mendukung satu kandidat penantang agar pemilihan kepemimpinan dapat digelar.
Menteri Junior Berbaris Mundur
Pada Selasa, beberapa menteri junior yang sebagian besar baru pertama kali terpilih dalam kemenangan besar Partai Buruh pada 2024 mengambil langkah berani. Mereka mengundurkan diri dan mendesak Starmer melakukan hal serupa.
Miatta Fahnbulleh, Menteri Perumahan dan Pemerintahan Daerah, menjadi pejabat pertama yang mundur. Dalam pernyataannya, ia meminta Starmer “melakukan hal yang benar untuk negara.”
Langkah Fahnbulleh segera diikuti oleh Menteri Perlindungan Jess Phillips. Dalam surat pengunduran dirinya, Phillips menyebut Starmer sebagai sosok “baik secara fundamental” namun gagal menghadirkan perubahan besar.
“Saya tahu Anda sangat peduli, tetapi tindakan jauh lebih penting daripada kata-kata,” tulis Phillips, memberikan nada yang tajam namun personal dalam pesannya.
Rekam Jejak yang Mulai Meredup
Popularitas Partai Buruh terus menurun meskipun sebelumnya menang besar dan mengakhiri 14 tahun pemerintahan Partai Konservatif. Sejumlah faktor disebut-sebut menjadi pemicu: kesalahan kebijakan, lemahnya visi pemerintahan, kondisi ekonomi Inggris yang lesu, hingga kontroversi penunjukan Peter Mandelson sebagai duta besar Inggris untuk Washington karena kaitannya dengan Jeffrey Epstein.
Dalam rapat kabinet mingguan pada Selasa, Starmer mengakui bertanggung jawab atas kekalahan pemilu lokal. Namun, ia menegaskan akan tetap melanjutkan pemerintahannya.
“Negara mengharapkan kami terus menjalankan pemerintahan,” ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa gejolak politik dalam 48 jam terakhir telah menimbulkan biaya ekonomi nyata bagi Inggris dan masyarakatnya. Tekanan tersebut turut tercermin di pasar keuangan, di mana imbal hasil obligasi pemerintah Inggris naik lebih tinggi dibanding negara-negara lain. Ini menandakan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap stabilitas politik Inggris.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Fenomena Marapthon Reza Arap Dinilai Jadi Cermin Perubahan Kebiasaan Konsumsi Media Digital
Timnas Indonesia Kunci Dua Kemenangan Beruntun, John Herdman Soroti Pentingnya Momentum
Erick Thohir Sambut Positif Shin Tae-yong Latih Persija: Tanda Kualitas Liga Indonesia Semakin Membaik
Polri Perkuat Rekrutmen Penyandang Disabilitas sebagai Anggota sejak 2016