Menlu Sugiono Tegaskan BRICS Jadi Penguat Suara Negara Berkembang di Tengah Dinamika Global

- Jumat, 15 Mei 2026 | 00:25 WIB
Menlu Sugiono Tegaskan BRICS Jadi Penguat Suara Negara Berkembang di Tengah Dinamika Global
PARADAPOS.COM - Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan peran strategis BRICS sebagai wadah penguatan suara negara berkembang di tengah dinamika global. Pernyataan itu disampaikan dalam BRICS Foreign Ministers’ Meeting (FMM) di New Delhi, India, pada 14 Mei 2026. Pertemuan tahun ini menjadi momen penting karena merupakan tahun kedua Indonesia sebagai anggota BRICS, sekaligus menandai dua dekade sejak blok ekonomi ini dibentuk pada 2006.

BRICS dan Peran Global South

Dalam forum yang mengusung tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability” di bawah keketuaan India, Sugiono menyampaikan pandangannya dalam dua sesi. Pertama, sesi tertutup yang membahas isu global dan regional. Kedua, sesi terbuka bertajuk “BRICS@20: Building for Resilience, Innovation, Cooperation, and Sustainability”. “Nilai terbesar BRICS terletak pada penguatan suara negara-negara berkembang dalam membentuk tatanan global masa depan,” ujar Menlu Sugiono dalam pernyataan yang dikutip dari Kementerian Luar Negeri, Jumat 15 Mei 2026. Ia menekankan bahwa sebagai kekuatan Global South, BRICS harus tampil sebagai garda terdepan dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia. Salah satu caranya, menurut Sugiono, adalah dengan memimpin penegakan hukum internasional secara adil dan tanpa standar ganda.

Solusi, Bukan Polarisasi

Indonesia secara tegas mengingatkan bahwa BRICS seharusnya menjadi bagian dari solusi, bukan justru menciptakan polarisasi baru di panggung internasional. Dalam kesempatan yang sama, Sugiono kembali menyuarakan dukungan penuh terhadap Palestina dan Solusi Dua Negara. Ia juga secara khusus menyoroti gugurnya empat personel penjaga perdamaian (peacekeepers) Indonesia yang bertugas di UNIFIL. Sugiono menyerukan akuntabilitas penuh bagi pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. “Keselamatan personel penjaga perdamaian PBB adalah prinsip yang tidak boleh dikompromikan,” tegasnya.

Reformasi Tata Kelola dan Ekonomi Global

Lebih jauh, Menlu Sugiono mendorong reformasi tata kelola global agar lebih responsif terhadap tantangan masa kini. Ia menyoroti perlunya reformasi sistem perdagangan dunia yang inklusif, terbuka, dan non-diskriminatif, dengan WTO sebagai fondasi utamanya. Sejalan dengan tema keketuaan India, Indonesia menyambut baik penguatan New Development Bank (NDB). Sugiono mengungkapkan bahwa Indonesia tengah menyelesaikan proses internal untuk bergabung dengan lembaga keuangan tersebut.

Peluang dan Manfaat Keanggotaan BRICS

Ke depan, Indonesia dapat memanfaatkan forum BRICS untuk memperkuat kolaborasi di sektor-sektor strategis. Mulai dari ekonomi, perubahan iklim, energi, kesehatan, hingga reformasi tata kelola global. Keanggotaan Indonesia di BRICS diharapkan membawa manfaat konkret. Pasalnya, blok ini mewakili 28 hingga 30 persen dari total GDP dunia dan merepresentasikan 45 persen populasi global. BRICS FMM merupakan forum utama di tingkat menteri luar negeri dan menjadi bagian dari rangkaian menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18. KTT tersebut dijadwalkan berlangsung pada 12-13 September 2026 di New Delhi, India.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar