PARADAPOS.COM - Pada Minggu, 17 Mei 2026, sejumlah isu ekonomi menjadi sorotan utama pembaca. Mulai dari penyesuaian harga BBM akibat konflik Timur Tengah, tarif listrik yang tetap stabil, hingga pendapatan fantastis GBK sebesar Rp812 miliar. Pemerintah juga bergerak cepat mengantisipasi gelombang PHK di tengah ketidakpastian global, sementara fundamental perbankan nasional dinilai masih kokoh. Berikut rangkuman selengkapnya.
Harga BBM di Seluruh SPBU per 17 Mei 2026
Para pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mulai menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per hari ini. Langkah ini diambil sebagai respons atas kelangkaan pasokan yang dipicu oleh memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah. Daftar harga terlengkap dari semua merek SPBU pun menjadi buruan pembaca.
Tarif Listrik PLN: Tak Ada Perubahan untuk Triwulan II 2026
Pemerintah memastikan tidak ada perubahan tarif tenaga listrik untuk periode 17 hingga 23 Mei 2026. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh pelanggan PT PLN (Persero), baik dari golongan subsidi maupun nonsubsidi, dan telah ditetapkan untuk triwulan II tahun ini, yakni April hingga Juni.
GBK Catat Pendapatan Rp812 Miliar, Tertinggi dalam 63 Tahun
Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) membukukan pendapatan sebesar Rp812 miliar sepanjang tahun 2025. Angka ini menjadi rekor tertinggi sepanjang 63 tahun sejarah pengelolaan kawasan tersebut. Capaian itu sekaligus menandai babak baru bagi pengelolaan aset negara yang ikonik ini.
Pemerintah Siapkan Jurus Antisipasi PHK Akibat Geopolitik Global
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa pemerintah terus waspada terhadap potensi pemutusan hubungan kerja (PHK). Kekhawatiran ini muncul sebagai imbas dari ketegangan geopolitik global yang kian memanas, terutama akibat perang di Timur Tengah.
"Pemerintah terus mengantisipasi potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat dampak geopolitik global yang memanas imbas perang di Timur Tengah," ujarnya.
Fundamental Perbankan Nasional Dinilai Kuat Hadapi Tekanan Global
Di tengah gempuran ekonomi global, kinerja intermediasi perbankan nasional tetap menunjukkan pertumbuhan. Kondisi ini dinilai sebagai bukti bahwa fundamental sektor perbankan Indonesia masih cukup solid. Kelompok Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) khususnya disebut-sebut menjadi pilar utama yang menjaga stabilitas tersebut.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen, Perkuat Stabilitas Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global
Harga Pertamax Resmi Naik Rp3.950 per Liter per Hari Ini, Pertalite dan Biosolar Tetap Stabil
KPK Sita Rp1,9 Miliar dari OTT Bupati Muara Enim
Ole Romeny Bawa Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik, Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik