BMKG Catat 2.278 Gempa Bumi Guncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara Sepanjang April 2026

- Rabu, 20 Mei 2026 | 22:00 WIB
BMKG Catat 2.278 Gempa Bumi Guncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara Sepanjang April 2026
PARADAPOS.COM - Sepanjang April 2026, Sulawesi Utara dan wilayah sekitarnya diguncang oleh 2.278 kali gempa bumi. Data tersebut dicatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Manado. Mayoritas dari ribuan kejadian ini merupakan gempa bumi dangkal dengan magnitudo terbesar mencapai M7,6. Aktivitas seismik tinggi ini didominasi oleh rangkaian gempa susulan pascagempa utama yang berpusat di wilayah Batang Dua, Maluku Utara.

Dominasi Gempa Dangkal dan Sebaran Kedalaman

Dari total 2.278 kejadian, sebanyak 2.150 di antaranya merupakan gempa bumi dangkal yang terjadi di kerak bumi bagian atas. Sementara itu, gempa bumi menengah tercatat sebanyak 125 kali, dan gempa bumi dalam hanya terjadi dua kali. “Berdasarkan distribusi kedalaman hiposenter, aktivitas gempa bumi didominasi oleh gempa bumi dangkal yang terjadi pada kerak bumi bagian atas,” jelas Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, dalam keterangannya pada Rabu, 20 Mei 2026.

Magnitudo dan Dampak Guncangan

Rentang magnitudo gempa bervariasi, mulai dari M1,6 hingga puncaknya M7,6. Dari seluruh kejadian tersebut, sebanyak 42 gempa dilaporkan terasa oleh masyarakat di beberapa daerah, termasuk Batang Dua, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara. Intensitas guncangan terkuat dirasakan di Kota Ternate, mencapai skala V–VI MMI. Getaran pada level ini dirasakan oleh seluruh penduduk, memicu kepanikan hingga membuat warga berlarian keluar rumah. Kerusakan ringan pun dilaporkan, seperti plester dinding yang retak atau jatuh. Di Kecamatan Ibu, intensitas gempa mencapai V MMI. Hampir seluruh penduduk merasakan getaran, dan banyak warga terbangun saat kejadian berlangsung. Sementara itu, Kota Manado mencatat intensitas IV–V MMI, di mana getaran dirasakan jelas oleh hampir semua orang dan menyebabkan sebagian warga terbangun. Di wilayah lain, seperti Kabupaten Bone Bolango dan Gorontalo Utara, intensitas gempa tercatat pada skala III MMI. Getaran terasa nyata di dalam rumah, seperti ada truk besar yang melintas. Kabupaten Boalemo dan Pohuwato mengalami intensitas II–III MMI, di mana getaran hanya dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.

Konsentrasi Episenter dan Dinamika Tektonik

Tingginya frekuensi gempa pada periode ini tidak lepas dari aktivitas gempa susulan. Hingga akhir April 2026, tercatat sebanyak 1.958 kejadian gempa susulan yang berkaitan langsung dengan gempa utama M7,6 di Batang Dua. Berdasarkan peta seismisitas dan distribusi episenter, aktivitas gempa bumi selama April 2026 terkonsentrasi di beberapa wilayah utama. Laut Maluku, khususnya wilayah Batang Dua, Teluk Tomini, dan Laut Sulawesi menjadi pusat konsentrasi kegempaan. Pola ini menunjukkan tingginya dinamika tektonik di kawasan pertemuan lempeng dan zona subduksi di sekitar Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Guncangan gempa bumi dirasakan cukup luas, meliputi Batang Dua, Kota Ternate, Bitung, Manado, Gorontalo, serta sejumlah wilayah lain di Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar