Puluhan Dubes dan 40 Negara Ramaikan IVCA 2026 di Prambanan, Gowes Onthel Dorong Wisata Ramah Lingkungan

- Kamis, 21 Mei 2026 | 12:25 WIB
Puluhan Dubes dan 40 Negara Ramaikan IVCA 2026 di Prambanan, Gowes Onthel Dorong Wisata Ramah Lingkungan
PARADAPOS.COM - Puluhan duta besar dan peserta dari 40 negara mengikuti The 44th Annual Event International Veteran Cycle Association (IVCA) 2026 di kawasan Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, pada Kamis, 21 Mei 2026. Mengendarai sepeda onthel klasik, mereka menyusuri pedesaan sekitar candi dan disambut hangat oleh warga setempat. Acara ini tidak hanya menjadi ajang nostalgia bersepeda, tetapi juga membuka potensi wisata baru yang ramah lingkungan di tengah gejolak harga bahan bakar minyak global.

Duta Besar Terkesan dengan Keramahan Warga

Suasana pedesaan yang asri dan sambutan tulus warga menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi para peserta. Salah satu yang paling antusias adalah Duta Besar Belanda, Mr. Marc Gerritsen. Mengayuh sepeda onthel klasik buatan Gazelle, ia tak henti-hentinya dibuat kagum. "Kami bersepeda dan berkeliling desa, banyak orang melambaikan tangan dan mengatakan 'Semangat', itu benar-benar menyenangkan," kata Marc di sela-sela acara. Ia berjanji akan mempromosikan pengalaman ini ke tanah airnya. Menurutnya, bersepeda di Prambanan adalah ide wisata yang brilian. Marc pun menyarankan agar pemerintah daerah setempat menambah jumlah jalur sepeda. "Ini akan menjadi magnet wisata yang hebat. Sehingga ada banyak peluang wisata yang dikembangkan," ujarnya.

Potensi Wisata dan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Senada dengan Marc, Duta Besar Jerman Mr. H.E. Ralf Beste juga mengaku mendapatkan pengalaman luar biasa. Ia melihat langsung potensi besar yang bisa dikembangkan dari budaya bersepeda di sekitar Candi Prambanan. "Saya melihat ada budaya bersepeda yang kuat dan juga melihat banyak potensi pariwisata. Ini adalah destinasi yang sangat indah dan dengan candi-candi yang Anda lihat. Anda dapat menarik banyak orang dari Eropa yang ingin bersepeda ke sini," bebernya. Ralf juga menekankan aspek ekonomi dari gaya hidup ini. Menurutnya, bersepeda onthel jauh lebih murah dibandingkan menggunakan sepeda motor. "Jadi mengapa tidak kita semua bersepeda?" ujarnya mengajak.

Pemerintah Daerah Dukung Sport Tourism

Mendengar apresiasi dari para tamu negara, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyambut baik. Ia hadir dan ikut 'ngonthel' menggunakan sepeda klasik Fongers buatan tahun 1940-an. "Kami di Pemprov Jateng maupun dari Kabupaten Klaten memiliki program sport tourism. Bagaimana pengembangan pariwisata yang dikolaborasikan dengan olahraga. Olahraga sepeda ini bagi kami menjadi bagian juga untuk mempromosikan wisata di Jawa Tengah," kata Sumarno. Sumarno menambahkan, situasi konflik di Timur Tengah yang berdampak pada harga BBM justru menjadi momentum tepat untuk menghidupkan kembali budaya bersepeda. Ia berharap kegiatan ini menginspirasi masyarakat untuk beralih ke aktivitas yang lebih ramah lingkungan. "Mudah-mudahan nanti kegiatan ini juga menginspirasi untuk aktivitas-aktivitas yang kita lakukan lebih banyak bersepeda. Satu, ramah lingkungan. Yang kedua sepeda juga merupakan bagian kita untuk menjaga kesehatan," lanjutnya. Ia juga optimis kehadiran para tamu mancanegara akan menggerakkan roda ekonomi lokal. "Itu menjadi bagian dari perputaran ekonomi untuk pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah," katanya.

Kebanggaan Menjadi Tuan Rumah

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, mengaku sangat bangga karena daerahnya dipercaya menjadi tuan rumah acara tahunan International Cycling History ini. Apalagi, acara ini dihadiri oleh perwakilan dari 40 negara, termasuk duta besar Belanda dan Jerman. "Tentunya ini menambah semangat kita bersama untuk menjadi tuan rumah yang baik di acara ini," ujarnya. Hamenang mengamini bahwa acara ini menjadi sarana promosi internasional yang efektif. Selain itu, tren bersepeda juga menjadi solusi konkret di tengah melonjaknya harga BBM. "Setelah ini kita bersama-sama bisa kembali menggeliatkan bersepeda. Mungkin kalau hanya jarak 1 sampai dengan 5 kilo putar-putar di antar desa, kegiatan antar desa, rapat RT, RW, belanja di sekitar bisa menggunakan sepeda," urainya.

Antusiasme Peserta dan Rangkaian Acara

Pengurus IVCA Jateng, Sukarno Pandu, menjelaskan bahwa event ini diikuti oleh sekitar 100 peserta dari 40 negara. Mereka mengendarai sepeda klasik menyusuri desa-desa di kawasan Prambanan. Pemandangan unik pun terlihat ketika rombongan ini melintas, apalagi ada beberapa peserta yang mengendarai sepeda "penny farthing" dan mengajak anak-anak desa untuk mencobanya. Para peserta sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan di setiap desa. Saat tiba di Desa Kemudo, mereka disuguhi musik gamelan, makanan tradisional, tarian, dan permainan rakyat. Bahkan, para duta besar, sekretaris daerah, dan bupati sempat merasakan pengalaman membatik, menorehkan goresan unik pada selembar kain. Gelaran IVCA 2026 direncanakan berlanjut pada Minggu, 24 Mei 2026. Ratusan peserta dari 40 negara itu akan berbaur dengan sekitar 15 ribu masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Rencananya, mereka akan menyusuri desa sekitar Prambanan dengan rute sepanjang 26 kilometer.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar