Prabowo Hadir di Paripurna DPR, Buka Tradisi Baru Paparkan Rencana Kerja 2027

- Rabu, 20 Mei 2026 | 15:50 WIB
Prabowo Hadir di Paripurna DPR, Buka Tradisi Baru Paparkan Rencana Kerja 2027
PARADAPOS.COM - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Kamrussamad, menegaskan bahwa kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR pada Rabu (20/5/2026) merupakan langkah serius pemerintah untuk memaparkan rencana kerja tahun 2027. Pernyataan ini disampaikan Kamrussamad dalam dialog Kompas Petang di Kompas TV, menjawab spekulasi di publik mengenai agenda utama presiden di gedung parlemen. Menurut politisi yang akrab disapa Kamru tersebut, momen ini menandai sebuah tradisi baru dalam hubungan eksekutif dan legislatif. Ia menilai langkah presiden hadir langsung bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen nyata. “Ini adalah satu tradisi baru yang dimulai dari pemerintahan ini. Ini artinya memang pemerintah sungguh-sungguh ingin menyampaikan rencana kerja di tahun 2027,” jelasnya dalam kesempatan itu.

Pembahasan Awal Target Ekonomi Nasional

Kamrussamad kemudian merinci bahwa agenda tersebut merupakan bagian dari pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF). Dokumen ini menjadi landasan awal untuk merumuskan berbagai sasaran strategis negara. “Karena KEM PPKF itu adalah pembahasan pendahuluan tentang berapa target pertumbuhan ekonomi yang ingin dicapai di 2027,” lanjutnya. Ia menambahkan bahwa forum ini juga menjadi ajang untuk mendiskusikan target-target krusial lainnya. Beberapa di antaranya adalah penurunan angka kemiskinan, stabilitas nilai tukar rupiah, target lifting minyak, serta indeks pembangunan manusia. “Itu semuanya penting sekali, karena di era demokrasi seperti ini, kita patut bersyukur Presiden memulai tradisi baru dan memperkuat posisioning kelembagaan DPR,” tuturnya.

Menepis Spekulasi Pelemahan Rupiah

Ketika disinggung apakah kehadiran Presiden Prabowo dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang tengah terjadi, Kamrussamad memberikan respons hati-hati. Ia tidak menampik adanya tekanan pada mata uang nasional, namun menekankan bahwa agenda parlemen ini sudah direncanakan jauh sebelumnya. “Pelemahan rupiah ini tentu sesuatu yang harus kita perhatikan secara sungguh-sungguh, tapi terlepas dari pelemahan nilai tukar rupiah, ini adalah sesuatu langkah yang positif bahwa pemerintah sangat confidence terhadap arah kebijakan ekonomi nasional kita,” ungkapnya. Suasana di kompleks parlemen hari itu terlihat lebih sibuk dari biasanya. Para wartawan berjejer di koridor menunggu pernyataan resmi, sementara staf ahli dan pejabat kementerian sibuk mondar-mandir membawa dokumen. Di tengah hiruk-pikuk itu, pernyataan Kamrussamad menjadi salah satu penjelasan resmi yang paling dinanti publik.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar