PARADAPOS.COM - Konser bertajuk "F-FOREVER 1st World Tour" dijadwalkan berlangsung Kamis malam di Indonesia Arena, kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat. Acara ini akan menampilkan tiga personel F4—Jerry Yan, Van Ness Wu, dan Vic Chou—serta Ashin dari grup Mayday. Grup F4 melambung berkat serial "Meteor Garden" yang tayang awal 2000-an, dan lagu-lagu mereka dianggap sebagai bagian dari kenangan masa remaja banyak penggemar di Asia, termasuk Indonesia.
Kembalinya Legenda Mandopop ke Jakarta
Suasana di sekitar kawasan Gelora Bung Karno mulai terasa berbeda sejak sore hari. Para penggemar yang sebagian besar berasal dari generasi yang tumbuh di awal 2000-an tampak antusias menanti momen nostalgia. Bagi mereka, lagu-lagu F4 bukan sekadar soundtrack drama, melainkan pengiring perjalanan masa remaja yang sulit dilupakan.
Beberapa lagu F4 yang dianggap mewakili era keemasan Mandopop di Indonesia masih familier di telinga penggemar hingga sekarang. Menjelang konser, berikut beberapa lagu grup yang bisa disimak kembali.
"Meteor Rain (Liu Xing Yu)"
Lagu ini dikenal luas sebagai soundtrack utama serial "Meteor Garden" yang dibintangi Barbie Hsu, Jerry Yan, Vic Zhou, Van Ness Wu, dan Ken Chu. Dirilis pada tahun 2001, lagu pop-balada lembut dengan lirik romantis ini mampu mengingatkan penggemar pada kisah Dao Ming Si dan Shan Cai. Melodi yang mendayu-dayu seolah membawa pendengar kembali ke ruang tamu era 2000-an, tempat serial itu pertama kali ditonton.
"Jue Bu Neng Shi Qu Ni"
Lagu ini menjadi favorit banyak penggemar berkat chorus "Baby baby baby" yang mudah diingat. Pada awal 2000-an, lagu ini sangat populer di radio dan televisi Asia. Tak hanya itu, "Jue Bu Neng Shi Qu Ni" juga dijadikan sebagai lagu pembuka serial "Meteor Garden II," memperkuat posisinya sebagai salah satu hits paling ikonik dari grup tersebut.
"Season of Fireworks"
Berbeda dengan "Meteor Rain" yang melankolis, "Season of Fireworks" terdengar lebih hangat. Lagu ini dijadikan ending theme serial "Meteor Garden II." Suasana yang ditawarkan lebih ringan, seolah mengajak pendengar menikmati momen kebersamaan yang manis—cocok untuk mereka yang ingin bernostalgia dengan sisi lain dari kisah F4.
"Can't Help Falling in Love"
F4 pernah membawakan ulang lagu klasik ini dengan sentuhan Mandarin-pop khas mereka. Lagu yang menonjolkan suara romantis para personel grup ini termasuk favorit penggemar dalam konser-konser sebelumnya. Aransemen yang segar namun tetap setia pada nuansa asli membuat versi ini terasa akrab sekaligus baru.
"Te Amo (Wo Ai Ni)"
Meski tidak sepopuler "Meteor Rain," lagu "Te Amo (Wo Ai Ni)" punya tempat tersendiri bagi penggemar lama Jerry Yan dan kawan-kawan. Lagu pop romantis dengan melodi ringan ini kerap diputar ulang oleh penggemar saat merindukan musik Mandopop awal 2000-an. Di sudut-sudut forum penggemar, lagu ini sering disebut sebagai "permata tersembunyi" yang layak didengarkan kembali.
Editor: Wahyu Pradana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Daging Kambing Ternyata Lebih Rendah Lemak dan Kolesterol Dibanding Daging Sapi, Ini Fakta Nutrisinya
Prabowo Akhirnya Penuhi Undangan Macron ke Paris, Kunjungan Balasan yang Sempat Tertunda
Pemotongan Kurban di Masjid Istiqlal Dibuka dengan Sapi Raksasa Milik Prabowo dan Gibran
Razman Klaim Kasus Ijazah Palsu Jokowi Segera P21, Roy Suryo Tantang dan Sebut Bukan Akhir Proses Hukum