PARADAPOS.COM - Kelompok Hizbullah mengumumkan telah melancarkan 37 serangan terhadap pasukan dan posisi militer Israel di Lebanon selatan serta Israel utara dalam kurun 24 jam terakhir. Operasi ini, menurut pernyataan resmi kelompok tersebut pada Kamis, 28 Mei 2026, merupakan bentuk pertahanan terhadap Lebanon dan respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel. Serangan yang dilaporkan melibatkan drone bermuatan bahan peledak, tembakan roket, dan rudal anti-tank yang menyasar konsentrasi pasukan, kendaraan militer, serta fasilitas pertahanan Israel.
Rincian Serangan dan Klaim di Lapangan
Dalam pernyataannya, Hizbullah mengklaim berhasil menargetkan peluncur sistem pertahanan udara Iron Dome yang berada di situs militer Jal al-Allam, Israel utara. Selain itu, kelompok tersebut juga menyebut sejumlah tank Merkava dan kendaraan teknis militer Israel terkena dampak serangan drone peledak.
Di luar serangan udara, situasi di lapangan juga memanas. Pejuang Hizbullah dilaporkan terlibat baku tembak jarak dekat dengan pasukan Israel di wilayah Zawtar al-Sharqiya.
"Bentrokan tersebut memaksa pasukan Israel mundur sebelum militer Israel melancarkan bombardir balasan berskala besar di wilayah itu," demikian pernyataan resmi Hizbullah.
Lebih lanjut, Hizbullah mengklaim bahwa drone mereka berhasil menyerang tentara Israel di kamp Hutan Galilea di Israel utara serta menghantam tenda yang digunakan pasukan Israel di Naqoura.
Dampak Eskalasi dan Situasi Kemanusiaan
Eskalasi konflik yang terus berlangsung ini telah meninggalkan dampak kemanusiaan yang berat. Berdasarkan data resmi, sejak 2 Maret lalu, konflik telah menewaskan lebih dari 3.200 orang dan melukai sedikitnya 9.600 lainnya di Lebanon.
Situasi ini juga memicu krisis pengungsian. Lebih dari 1,6 juta warga dilaporkan terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk menyelamatkan diri.
Di sisi lain, militer Israel dilaporkan terus melanjutkan serangan harian. Hal ini terjadi meskipun gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat telah berlaku sejak 17 April dan diperpanjang hingga awal Juli mendatang.
Editor: Yuli Astuti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
PSG Tak Anggap Diri Favorit di Final Liga Champions Lawan Arsenal
Warga Korea Selatan Tewas Bersimbah Darah di Tambun Selatan, Polisi Amankan Terduga Pelaku
KPK Kembangkan Kasus Korupsi Bupati Pekalongan, Dalami Aliran Rp19 Miliar ke Keluarga
Wanita Muda Ditemukan Tewas di Hotel Kebayoran Baru, Polisi Tunggu Hasil Visum