Netanyahu Akui Target Perluas Kontrol Militer Israel di Gaza dari 50 ke 70 Persen

- Jumat, 29 Mei 2026 | 07:25 WIB
Netanyahu Akui Target Perluas Kontrol Militer Israel di Gaza dari 50 ke 70 Persen
PARADAPOS.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka mengakui bahwa negaranya tengah memperluas kendali teritorial di Jalur Gaza. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di Konferensi Lembah Yordan, Netanyahu mengungkapkan target perluasan kontrol militer Israel dari 50 persen menjadi 70 persen. Langkah ini disebut sebagai upaya untuk memperketat tekanan terhadap Hamas, di tengah situasi gencatan senjata yang masih berlangsung sejak Oktober lalu.

Pernyataan Netanyahu di Konferensi Lembah Yordan

Dalam wawancara dengan Yonatan Adiri, Netanyahu memberikan gambaran mengenai perluasan kontrol secara bertahap. “Kami sebelumnya berada di 50%, kini meningkat menjadi 60%. Arahan saya adalah bergerak ke… melangkah sedikit demi sedikit. Pertama-tama ke 70%,” ujarnya. Pernyataan itu ia sampaikan di hadapan peserta konferensi yang membahas isu keamanan dan geopolitik kawasan. Netanyahu tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai metode atau jadwal pencapaian target tersebut, namun ia menegaskan bahwa arah kebijakannya sudah jelas.

Dampak Gencatan Senjata yang Rapuh

Sejak gencatan senjata yang rapuh mulai berlaku pada Oktober lalu, situasi di lapangan masih memprihatinkan. Menurut data dari kementerian kesehatan setempat, sebanyak 922 orang tewas dan 2.786 lainnya mengalami luka-luka. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun ada kesepakatan untuk menghentikan tembakan, kekerasan dan korban jiwa masih terus berjatuhan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan baru mengenai efektivitas gencatan senjata yang ada. Banyak pengamat menilai bahwa perluasan kontrol Israel justru berpotensi memicu eskalasi lebih lanjut.

Reaksi dan Implikasi di Lapangan

Di sisi lain, pernyataan Netanyahu ini langsung mendapat respons beragam. Kelompok-kelompok hak asasi manusia menyatakan keprihatinan atas meningkatnya jumlah korban sipil. Sementara itu, Hamas belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait pernyataan perdana menteri Israel tersebut. Dari sudut pandang militer, langkah Israel ini bisa diartikan sebagai upaya untuk mengamankan wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh kelompok perlawanan. Namun, risiko terjadinya bentrokan baru tetap tinggi, terutama di daerah-daerah yang menjadi titik rawan konflik.

Konteks Lebih Luas

Perluasan kontrol ini tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik internal Israel dan tekanan internasional. Netanyahu, yang tengah menghadapi berbagai tantangan politik di dalam negeri, tampaknya ingin menunjukkan sikap tegas terhadap Hamas. Namun, langkah ini juga berpotensi memperumit upaya mediasi yang dilakukan oleh negara-negara lain. Di tengah situasi yang terus berubah, warga Gaza kembali menjadi pihak yang paling terdampak. Rumah-rumah hancur, akses terhadap layanan kesehatan terbatas, dan ketidakpastian akan masa depan semakin menghantui keseharian mereka.

Penutup

Pernyataan Netanyahu ini menjadi pengingat bahwa konflik di Gaza masih jauh dari kata selesai. Dengan target perluasan kontrol hingga 70 persen, Israel tampaknya tidak akan melunak dalam waktu dekat. Sementara itu, korban jiwa terus bertambah, dan gencatan senjata yang ada masih belum mampu memberikan perlindungan penuh bagi warga sipil.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler