Presiden Prabowo Perkuat BPKP, KPK, dan Kejaksaan untuk Tindak Tegas Korupsi Program Prioritas Nasional

- Rabu, 03 Juni 2026 | 17:50 WIB
Presiden Prabowo Perkuat BPKP, KPK, dan Kejaksaan untuk Tindak Tegas Korupsi Program Prioritas Nasional
PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto berkomitmen memperkuat lembaga audit dan penegak hukum guna mencegah sekaligus menindak tegas penyelewengan dalam program prioritas nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Negara saat berpidato di acara Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 3 Juni 2026. Prabowo menegaskan akan memenuhi seluruh kebutuhan operasional lembaga-lembaga tersebut tanpa terkecuali.

Jaminan Penguatan Lembaga Penegak Hukum

Dalam pidatonya, Prabowo secara langsung menyapa pimpinan lembaga audit dan penegak hukum. Ia mempersilakan mereka mengajukan kebutuhan tambahan, mulai dari personel hingga anggaran. “Kepala BPKP, apa yang kau butuh kalau kau perlu tambahan personel? Berapa saja kau butuh, saya penuhi. Ketua KPK, berapa saja yang kau perlu lapor, saya penuhi. Jaksa Agung! Berapa saja yang kau perlu, saya penuhi. Kalau perlu yang sekian T (triliun) kau mau setor ke saya, kau pakai untuk memperkuat Jaksa Agung ya. BPKP, KPK semua penegak hukum harus kita perkuat,” ujar Prabowo di hadapan ribuan hadirin. Suasana di SICC tampak hening saat Presiden menyampaikan bagian tersebut. Ia berbicara dengan nada tegas, seolah ingin memastikan pesannya benar-benar sampai.

Komitmen Memberantas Korupsi Tanpa Pengecualian

Prabowo menegaskan bahwa penguatan lembaga audit dan penegak hukum ini didasari oleh satu prinsip: ia tidak ingin uang rakyat dikorupsi. Menurutnya, setiap rupiah yang mengalir ke program prioritas harus sampai ke sasaran. “Karena saya tidak mau NKRI dilecehkan. Saya tidak mau bahwa Pemerintah Republik Indonesia tidak dihormati. Saya tidak mau uang rakyat dicuri! Saya tidak mau uang rakyat dicuri,” tegasnya. Ia juga memastikan tidak ada pengecualian dalam penindakan, termasuk terhadap para pembantunya sendiri yang terbukti menyalahgunakan wewenang.

Momen Berat Mencopot Pimpinan Badan Gizi Nasional

Presiden lantas mengungkapkan perasaannya saat harus mencopot tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), yaitu Dadan Hindayana, Sony Sanjaya, dan Lodewyk Pusung. Ia mengaku langkah itu tidak mudah. “Tidak ada pengecualian. Saya katakan berat bagi saya waktu saya tanda tangan, berat. 'Ini orang yang saya angkat, ini orang saya kasih bintang, saya kasih pangkat',” kata Prabowo. Dari atas panggung, ekspresi Presiden tampak serius. Ia beberapa kali menghela napas sebelum melanjutkan pidatonya, seolah ingin menunjukkan bahwa keputusan itu benar-benar diambil dengan pertimbangan matang. Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi penyimpangan, meskipun dilakukan oleh pejabat yang sebelumnya mendapat kepercayaan penuh.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar