Jakarta - PARADAPOS.COM - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), TB Ace Hasan Syadzily, secara resmi menutup Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan ke-27 di Ruang Dwiwarna Purwa, Lemhannas RI, Jakarta, pada Kamis, 4 Juni 2026. Dalam sambutannya, ia berpesan agar seluruh peserta mampu menjadi pemimpin nasional yang berintegritas tinggi, adaptif, dan visioner di tengah dinamika global yang kian kompleks.
Penutupan program strategis ini dihadiri oleh jajaran petinggi negara dan institusi terkait. Wakil Gubernur Lemhannas RI Laksdya TNI Erwin S. Aldedharma, para deputi, tenaga pengajar, serta pengkaji turut mendampingi gubernur. Dari luar lingkungan Lemhannas, tampak hadir Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto, Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejaksaan RI Rudi Margono, dan Wakil Ketua Umum I DPP IKAL Lemhannas RI Marsdya TNI (Purn) Daryatmo. Kehadiran mereka mengukuhkan pentingnya sinergi antarsektor dalam mencetak kader pemimpin bangsa.
Lima Pesan Kunci untuk Pemimpin Masa Depan
Dalam pidatonya, Ace Hasan menyampaikan lima pesan fundamental yang menjadi pijakan bagi para alumni. Pertama, ia menekankan pentingnya integritas, karakter kebangsaan, dan keteguhan moral sebagai fondasi utama dalam pengabdian.
"Pertama, para alumni P3N 27 harus menjadi pemimpin nasional yang memiliki integritas, karakter kebangsaan, dan keteguhan moral dalam menjalankan tugas dan pengabdian," tegasnya di hadapan para peserta.
Lebih dari sekadar kecerdasan intelektual, Ace memandang bahwa pemimpin masa kini harus memiliki kepekaan sosial dan ketangguhan moral. Menurutnya, situasi geopolitik global yang tidak menentu, disrupsi teknologi, hingga ancaman siber menuntut pemimpin yang mampu berpikir strategis dan cepat beradaptasi. Ia mendorong para alumni untuk menjadi pribadi yang adaptif sekaligus visioner dalam menyikapi perubahan global.
"Seluruh dinamika dan tantangan tersebut menuntut hadirnya pemimpin nasional yang memiliki kapasitas strategis, berpikir jauh ke depan, mampu membaca perubahan global, dan memiliki keteguhan dalam menjaga kepentingan nasional," imbuhnya.
Menjaga Kohesi Nasional dan Kolaborasi Lintas Sektor
Pesan berikutnya yang ditekankan adalah peran alumni sebagai perekat persatuan. Ace mengingatkan bahwa pemimpin harus memiliki empati dan kepekaan sosial yang tinggi untuk mencegah polarisasi serta konflik sosial yang dapat mengganggu stabilitas nasional. Ia juga menyoroti pentingnya kepekaan strategis dalam membaca perubahan, mengantisipasi risiko, dan menyiapkan langkah-langkah strategis bagi masa depan bangsa.
"Jejaring strategis antarlembaga, antarsektor, dan antargenerasi sangat penting dalam memperkuat kolaborasi nasional guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045," jelasnya, menekankan perlunya menghilangkan ego sektoral demi tujuan bersama.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur Lemhannas menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan semangat belajar para peserta yang telah melalui rangkaian kegiatan padat dan penuh tantangan.
"Saya juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya, serta ucapan selamat kepada seluruh peserta pendidikan pemantapan pimpinan nasional angkatan 27. Para peserta telah menunjukkan kerja keras, disiplin, dedikasi, serta semangat belajar yang tinggi, meskipun harus melalui rangkaian kegiatan yang padat dan penuh tantangan. Semangat inilah yang mencerminkan kesiapan saudara-saudara untuk menjadi pemimpin yang tangguh, berintegritas, dan visioner," tutup Ace.
Dua Penghargaan untuk Peserta Terbaik
Pada kesempatan yang sama, Deputi Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional Lemhannas RI Marsda TNI Ir. Bob Henry Panggabean, M.I.P., melaporkan bahwa seluruh program pendidikan berjalan lancar. Berdasarkan hasil sidang dewan penilai yang dipimpin Gubernur Lemhannas RI pada Rabu, 3 Juni 2026, sebanyak 84 dari 85 peserta P3N 27 dinyatakan lulus.
Dewan penilai juga memberikan dua penghargaan prestisius. Predikat Akademik Terbaik diraih oleh Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi dari Polri. Sementara itu, Predikat Kertas Kerja Perorangan (KKP) Terbaik diberikan kepada Laksma TNI Ignatius Bayu Trikuncoro dari TNI AL. Penghargaan ini menjadi bukti kualitas dan kompetensi yang dihasilkan oleh program pendidikan pemantapan pimpinan nasional tersebut.
Artikel Terkait
Hindari 5 Kebiasaan Sepele yang Bikin Celana Jeans Cepat Melar dan Rusak
Israel dan Lebanon Sepakati Zona Keamanan Percontohan di Selatan, Gencatan Senjata Kembali Diuji
Ikan Mola-Mola Sering Dicap Bodoh, Penelitian Ungkap Kemampuan Migrasi dan Adaptasi Kompleks
Harga Toyota Agya 1.2 Bekas Tahun 2021 Masih Bertahan di Kisaran Rp119 Juta hingga Rp146 Juta