KPK Segera Kaji Arahan Presiden Prabowo untuk Perkuat Lembaga Antikorupsi

- Kamis, 04 Juni 2026 | 13:50 WIB
KPK Segera Kaji Arahan Presiden Prabowo untuk Perkuat Lembaga Antikorupsi

Jakarta - PARADAPOS.COM - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto, menyatakan bahwa pihaknya akan segera mengkaji dan menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat lembaga antikorupsi tersebut. Arahan ini disampaikan Prabowo dalam rapat konsolidasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (3/6). Dalam kesempatan itu, Presiden secara terbuka mendorong penguatan KPK, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Kejaksaan Agung sebagai upaya menekan kebocoran uang negara.

Komitmen Tanpa Intervensi

Menanggapi pernyataan Presiden, Setyo Budiyanto memberikan pandangannya dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (4/6/2026). Ia menilai bahwa arahan tersebut bukan sekadar retorika, melainkan cerminan dari komitmen dan ketegasan pimpinan negara dalam memberantas korupsi.

"Sebenarnya kami melihatnya dari sisi pernyataan beliau menunjukkan sebuah komitmen ya ketegasan, kemudian dukungan terhadap proses pemberantasan tindak pidana korupsi. Dan ini juga sudah kita melihat semuanya, saya yakin bagaimana pernyataan beliau kemudian terbukti dengan dari beberapa hal. Kemudian juga tidak ada intervensi terhadap aparat penegak hukum, keseriusan, dan banyak hal yang sudah dilakukan," ujar Setyo.

Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa hubungan antara eksekutif dan lembaga antikorupsi berjalan dalam koridor yang saling mendukung, tanpa adanya tekanan yang menghambat proses hukum.

Inventarisasi Kebutuhan Menyambut Arahan Presiden

Lebih lanjut, Setyo mengungkapkan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia menyebut akan segera menggelar pembahasan internal bersama seluruh deputi untuk menginventarisasi apa saja yang diperlukan guna merealisasikan arahan Presiden.

"Tentu kami akan menginventarisir kira-kira kebutuhan-kebutuhan apa. Apakah dari sisi sumber daya manusia, apakah dari sisi anggaran, pembiayaan kegiatan, dan lain-lain. Atau mungkin dukungan-dukungan operasional yang lainnya. Nah ini tentu memerlukan pembahasan atau mungkin dukungan-dukungan operasional yang lainnya," katanya.

Proses ini, menurutnya, akan melibatkan seluruh kedeputian di lingkungan KPK. "Pasti kan kami akan melibatkan seluruh Kedeputian bagaimana kita atau kami menyikapi arahan atau perintah Bapak Presiden yang sudah disampaikan pada tanggal 3 kemarin," imbuh dia. Suasana di gedung KPK tampak sibuk, menandakan keseriusan lembaga ini dalam menyambut mandat baru dari kepala negara.

Janji Presiden: Personel dan Anggaran Dipenuhi

Sebelumnya, dalam pidatonya di hadapan para pejabat negara, Prabowo Subianto menunjukkan sikap tegas terhadap potensi kebocoran anggaran. Ia secara langsung memanggil Setyo Budiyanto dan para pimpinan lembaga pengawas lainnya, memberikan jaminan penuh atas kebutuhan mereka.

"Kalau Saudara merasa Saudara bisa lebih pintar dari NKRI, ya coba aja. Kepala BPKP, apa yang kau butuh, kalau kau perlu tambahan personel, berapa saja kau butuh, saya penuhi," kata Prabowo dengan nada keras.

Tak hanya kepada BPKP, Presiden juga memberikan pernyataan serupa kepada pimpinan KPK. "Ketua KPK, berapa saja yang kau perlu lapor saya penuhi," ujarnya. Janji ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius dalam memberantas kebocoran keuangan negara, terutama yang berkaitan dengan program-program strategis nasional.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar