Menteri Ekraf Resmikan Wolvesight, Platform Keamanan Siber AI Karya Anak Bangsa

- Jumat, 05 Juni 2026 | 00:00 WIB
Menteri Ekraf Resmikan Wolvesight, Platform Keamanan Siber AI Karya Anak Bangsa
PARADAPOS.COM - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menghadiri peluncuran Wolvesight, sebuah platform aplikasi inovasi cyber security berbasis artificial intelligence (AI) karya anak bangsa. Acara berlangsung di Jakarta pada Kamis, 4 Juni 2026. Kehadiran aplikasi ini menunjukkan kapasitas Indonesia dalam menciptakan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri global. Peluncuran ini sekaligus menjadi respons atas visi transformasi digital inklusif yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada World Governments Summit 2025.

Visi Transformasi Digital yang Inklusif

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa transformasi digital harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat. "Setiap orang Indonesia, mulai dari pulau terpencil hingga jantung kota Jakarta, harus memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital, untuk belajar, berinovasi, dan mencapai kesejahteraan," jelasnya. Menanggapi visi tersebut, Menteri Ekraf menekankan bahwa keamanan siber menjadi fondasi utama yang harus diperkuat agar transformasi digital dapat berjalan secara berkelanjutan. Ia menyebutkan bahwa tanpa fondasi yang kokoh, seluruh ekosistem digital berisiko runtuh. "Visi sebesar ini tidak bisa berdiri tanpa cyber security yang kokoh. Cyber security bukan lagi sekadar komponen teknis. Ia adalah fondasi kepercayaan yang menopang seluruh aktivitas ekonomi digital, perlindungan data, integritas platform, perlindungan kekayaan intelektual, dan keberlangsungan usaha para pegiat ekraf," ujar Menteri Ekraf di Jakarta.

Tiga Prasyarat Menuju Kekuatan Ekonomi Dunia

Untuk mewujudkan visi Presiden sekaligus mendukung target Indonesia menjadi salah satu dari 20 kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045, Menteri Ekraf menekankan pentingnya tiga prasyarat utama. Pertama, pengembangan super platform yang andal dan aman. Kedua, percepatan transformasi digital di seluruh lapisan ekosistem. Ketiga, produksi talenta digital berkualitas yang berdaya saing global. Teuku Riefky menambahkan, kehadiran Wolvesight menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghadirkan solusi digital yang inovatif dan kompetitif. Bukan hanya sekadar inovasi lokal, Wolvesight merupakan platform pertama di Asia Tenggara yang menggabungkan teknologi multi-agent AI dan evidence-first validation untuk mendukung proses penetration testing serta mengidentifikasi celah logika bisnis pada sistem industri dan perbankan. "Yang lebih membanggakan, inovasi ini lahir dari pengalaman, kompetensi, dan kreativitas anak bangsa yang memahami kebutuhan pasar sekaligus tantangan keamanan digital yang dihadapi berbagai sektor industri. Inilah bentuk nyata kontribusi ekonomi kreatif dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia," ujar Menteri Ekraf.

Komitmen Pemerintah dan Peran Swasta

Peluncuran Wolvesight sejalan dengan upaya Kementerian Ekraf dalam mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis digital yang aman, tangguh, dan berdaulat secara teknologi. Kehadiran Menteri Ekonomi Kreatif menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong lahirnya inovasi keamanan siber karya anak bangsa. Langkah ini sejalan dengan peran Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf yang dipimpin Muhammad Neil El Himam dalam mengembangkan aplikasi dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis teknologi. Owner & Managing Director Spentera Group, Royke L. Tobing, mengatakan Wolvesight hadir sebagai hasil riset dan pengembangan talenta Indonesia untuk menjawab kebutuhan keamanan siber yang semakin kompleks. Menurutnya, Indonesia perlu mendorong lahirnya lebih banyak produk keamanan siber lokal yang tidak hanya berperan sebagai konsultan atau distributor teknologi luar negeri, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi karya sendiri yang memiliki daya saing global. "Melalui Wolvesight, kami ingin menunjukkan bahwa talenta Indonesia mampu menciptakan produk keamanan siber sendiri yang relevan dengan kebutuhan pasar dan memiliki daya saing global. Wolvesight kami kembangkan untuk membantu organisasi melakukan penetration testing dan mengidentifikasi celah keamanan secara lebih cepat dan akurat. Saat ini fokus pemanfaatannya ditujukan untuk sistem industri dan perbankan yang memiliki kebutuhan keamanan digital yang tinggi," ujar Royke. Dengan peluncuran ini, optimisme terhadap kemampuan anak bangsa dalam menciptakan solusi teknologi kelas dunia semakin menguat. Langkah ini diharapkan menjadi pemicu bagi lahirnya lebih banyak inovasi serupa di masa depan.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar