PHI Luncurkan Program Nobar Piala Dunia 2026 di Makassar, Tiket Final Rp190 Ribu

- Jumat, 05 Juni 2026 | 03:00 WIB
PHI Luncurkan Program Nobar Piala Dunia 2026 di Makassar, Tiket Final Rp190 Ribu
PARADAPOS.COM - Euforia Piala Dunia 2026 mulai terasa di Kota Makassar. Menyambut ajang sepak bola terbesar tersebut, Phinisi Hospitality Indonesia (PHI) meluncurkan program “Semarak Bola Gembira” yang akan berlangsung selama perhelatan. Program ini diumumkan dalam konferensi pers pada Kamis (4/6/2026) dan bertujuan menghadirkan pengalaman menonton bersama yang nyaman sekaligus menjadi wadah berkumpul bagi para pecinta sepak bola di kota tersebut.

Lokasi Nobar dan Unit Bisnis yang Terlibat

Manager Marcom Claro Makassar, Richwan Wahyudi, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya PHI untuk menyemarakkan pesta sepak bola dunia yang selalu dinantikan masyarakat. Namun, tidak seluruh unit bisnis PHI terlibat dalam pelaksanaan kegiatan nonton bareng (nobar) tersebut. Hanya beberapa hotel yang telah siap dari sisi fasilitas dan kapasitas yang akan menjadi lokasi penyelenggaraan. “Yang sudah pasti adalah Claro Makassar, The Rinra Makassar, dan Claro Kendari. Sementara Dalton dan Almadera belum terlibat karena pertimbangan kapasitas serta proses perizinan yang masih berjalan,” jelas Yudi. Di Makassar, pusat kegiatan nobar akan dipusatkan di Carita Lounge Claro Makassar. Tempat ini dipilih karena dinilai memiliki suasana yang nyaman untuk menikmati pertandingan secara bersama-sama. Tak hanya menjadi lokasi menonton, Carita Lounge juga akan diperkenalkan kepada publik dengan tampilan baru setelah menjalani renovasi. Konsep yang diusung kini lebih sederhana, modern, dan minimalis.

Jadwal dan Skema Tiket

Yudi mengatakan program nobar akan dimulai pada 11 Juni 2026, bertepatan dengan laga pembukaan Piala Dunia. Selama fase penyisihan hingga perempat final, pengunjung tidak dikenakan biaya masuk khusus. Masyarakat hanya diwajibkan membeli makanan atau minuman yang tersedia di lokasi. Menariknya, tidak ada ketentuan minimal transaksi sehingga pengunjung dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran masing-masing. “Minum saja boleh, atau hanya membeli jajanan pasar juga tidak masalah. Yang penting tetap ada transaksi makanan atau minuman,” ujarnya. Dari sisi kapasitas, Carita Lounge mampu menampung sekitar 70 orang penonton dalam satu waktu. Jumlah tersebut dinilai cukup ideal untuk menciptakan suasana meriah namun tetap nyaman bagi pengunjung. PHI juga menyiapkan skema berbeda untuk setiap fase pertandingan. Saat memasuki babak semifinal, pengunjung akan dikenakan tiket sebesar Rp150 ribu per orang. Dengan harga tersebut, penonton sudah mendapatkan fasilitas mini buffet sepuasnya selama pertandingan berlangsung. Konsep ini diharapkan dapat menambah kenyamanan dan pengalaman menikmati laga-laga penting Piala Dunia. “Sementara untuk partai final, harga tiket ditetapkan sebesar Rp190 ribu per orang. Paket tersebut mencakup mini buffet dengan pilihan menu yang lebih lengkap dibandingkan fase sebelumnya,” ucapnya.

Dampak terhadap Okupansi Hotel

Meski tidak secara khusus dirancang untuk mendongkrak tingkat hunian hotel, PHI menilai program ini memiliki nilai strategis dalam membangun interaksi dengan pelanggan serta meramaikan atmosfer Piala Dunia di Makassar. Yudi mengakui dampak terhadap okupansi hotel kemungkinan tidak terlalu besar mengingat sebagian besar pertandingan berlangsung pada dini hari hingga menjelang siang. Namun, ia tetap optimistis pertandingan yang berlangsung pada akhir pekan dapat memberikan kontribusi tambahan terhadap tingkat hunian. “Kalau untuk mengangkat okupansi, harapannya mungkin sekitar 10 hingga 15 persen, terutama saat akhir pekan dan bergantung pada tim-tim besar yang bertanding,” pungkasnya.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar