Menteri Kehutanan Luncurkan Aplikasi Ayo ke Taman Nasional untuk Digitalisasi Layanan Konservasi

- Jumat, 05 Juni 2026 | 18:00 WIB
Menteri Kehutanan Luncurkan Aplikasi Ayo ke Taman Nasional untuk Digitalisasi Layanan Konservasi
PARADAPOS.COM - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meluncurkan aplikasi “Ayo ke Taman Nasional” di Jakarta, Kamis (4/6), sebagai langkah transformasi digital untuk mempermudah akses informasi dan layanan kunjungan ke kawasan konservasi. Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini memiliki 57 Taman Nasional dan 143 Taman Wisata Alam, dengan tren kunjungan wisatawan yang terus meningkat setiap tahunnya. Peluncuran aplikasi ini digelar bersamaan dengan pembukaan Indonesia Outdoor Festival (INDOFEST), yang dikenal sebagai “lebarannya para pendaki.”

Digitalisasi Layanan Konservasi

Raja Juli menjelaskan bahwa transformasi digital menjadi prioritas utama Kementerian Kehutanan. Saat pertama menjabat, ia mendapati sistem penjualan tiket di sejumlah kawasan masih manual—hanya mengandalkan sistem sobek tiket. Menurutnya, cara tersebut tidak efektif, tidak efisien, serta kurang transparan dan akuntabel. “Saya merasa ini tidak efektif, tidak efisien, sekaligus tidak transparan dan akuntabel,” ujarnya. Dari kondisi itu, ia mendorong percepatan digitalisasi layanan. Hingga saat ini, 93 persen dari total Taman Nasional telah menerapkan sistem tiket elektronik. Meski demikian, masih ada kendala infrastruktur di kawasan terpencil, terutama terkait akses internet dan listrik. “Masih ada beberapa tempat yang mengalami kendala internet dan listrik, tetapi kami mencari teknologi yang paling efisien, termasuk pemanfaatan solar panel, sehingga di tempat-tempat terpelosok sekalipun kita bisa menawarkan layanan e-ticketing yang lebih baik,” lanjut pria yang juga menjabat Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu.

Tren Positif Kunjungan ke Alam

Data yang disampaikan Raja Juli menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap wisata alam terus bertumbuh. Ia menilai fenomena ini sebagai indikator positif bahwa generasi muda Indonesia tidak lagi hanya betah di pusat perbelanjaan atau kamar masing-masing. “Anak-anak kita tidak hanya suka ke mal, tidak hanya mager main ponsel di kamar masing-masing, tetapi outdoor activity sudah menjadi aktivitas mainstream yang setiap tahunnya meningkat,” kata eks Plt Wakil Kepala Otorita IKN itu. Ia menambahkan, tren kunjungan ke taman nasional yang selalu naik setiap tahun membuktikan bahwa aktivitas di alam terbuka kini menjadi gaya hidup yang populer.

Tanggung Jawab Menjaga Kawasan

Sebagai Menteri Kehutanan, Raja Juli menegaskan bahwa pihaknya memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan setiap kawasan konservasi tetap aman dan nyaman bagi pengunjung. “Saya sebagai Menhut memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan taman nasional dan taman wisata alam yang dikunjungi menjadi tempat yang aman, nyaman, dan memberikan pengalaman yang baik bagi seluruh pengunjung,” tuturnya. Melalui aplikasi “Ayo ke Taman Nasional”, masyarakat kini dapat membeli tiket masuk, memperoleh informasi destinasi, serta mengakses berbagai layanan dalam satu platform terintegrasi. Ini menjadi salah satu wujud nyata dari cita-cita transformasi digital yang telah berjalan sekitar 93 persen. “Transformasi digital merupakan salah satu cita-cita yang kini telah berjalan sekitar 93 persen dan diperkuat dengan hadirnya aplikasi ini,” pungkasnya.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar