Mayoritas Pemilih NU dan Muhammadiyah Puas dengan Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran

- Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:00 WIB
Mayoritas Pemilih NU dan Muhammadiyah Puas dengan Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran

PARADAPOS.COM - Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis temuan terbaru yang menunjukkan bahwa mayoritas pemilih dari dua organisasi keislaman terbesar di tanah air, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, menyatakan kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Data yang dikumpulkan dalam periode survei 11 hingga 17 Mei 2026 mengungkapkan angka kepuasan di atas 50 persen dari kedua kelompok tersebut. Temuan ini memberikan gambaran awal mengenai respons konstituen berbasis organisasi keagamaan terhadap langkah-langkah pemerintahan baru.

Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, memaparkan hasil tersebut dalam sebuah pernyataan pada Jumat (5/6/2026). Ia menekankan bahwa kecenderungan ini cukup signifikan mengingat basis massa kedua organisasi yang sangat luas.

“Masyarakat yang terafiliasi NU dan Muhammadiyah cenderung puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka,” kata Masduri.

Angka Kepuasan dari Basis Nahdlatul Ulama

Jika dirinci berdasarkan afiliasi organisasi, warga Nahdlatul Ulama menunjukkan tingkat kepuasan yang tergolong tinggi. Dari total responden yang terafiliasi dengan NU, sebanyak 74,5 persen menyatakan puas dengan kinerja pemerintahan saat ini. Angka ini menjadi salah satu indikator bahwa kebijakan yang diambil sejauh ini mendapat sambutan positif dari kalangan nahdliyin.

“Dari kelompok pemilih yang terafiliasi dengan Nahdlatul Ulama atau NU 74,5 persen merasa puas dengan kinerja pemerintah,” tutur Masduri.

Respons Positif dari Warga Muhammadiyah

Tak hanya dari kalangan NU, dukungan serupa juga terlihat dari warga Muhammadiyah. Berdasarkan data yang sama, tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran di kalangan organisasi Islam ini mencapai 69,2 persen. Meskipun angkanya sedikit lebih rendah dibandingkan dengan NU, persentase ini tetap menunjukkan tren positif yang cukup kuat.

“Lalu untuk pemilih yang terafiliasi dengan organisasi keislaman Muhammadiyah, 69,2 persen merasa puas,” ungkapnya.

Di lapangan, hasil survei ini mencerminkan bahwa pendekatan pemerintahan Prabowo-Gibran dalam merangkul ormas-ormas keagamaan mulai membuahkan hasil. Para pengamat menilai bahwa stabilitas dukungan dari dua organisasi besar ini menjadi modal penting bagi kelangsungan program-program nasional ke depan. Meski demikian, para peneliti tetap mengingatkan bahwa angka kepuasan ini bisa berubah seiring dengan dinamika kebijakan dan kondisi sosial-ekonomi yang berkembang.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar