PARADAPOS.COM - Jalan hidup memang penuh kejutan. Itulah yang dialami Letkol Untung Pranoto, seorang perwira Kopassus yang sebelumnya dikenal sebagai preman terminal di Semarang, Jawa Tengah. Pada Minggu, 7 Juni 2026, kisahnya kembali mencuat: dari kehidupan lembah hitam, ia memutuskan mendaftar menjadi Tamtama TNI AD, lolos seleksi, dan sukses meniti karier hingga menjadi perwira baret merah dengan 17 kali kenaikan pangkat. Kisah ini bermula dari kebosanan dan tekad bulat untuk mengubah nasib.
Dari Terminal ke Gerbang Pendaftaran
Sebelum seragam loreng melekat di tubuhnya, Untung adalah sosok yang disegani di kalangan preman terminal Semarang. Namun, rasa bosan terhadap kehidupan itu terus menghantuinya. Saat mendengar kabar adanya rekrutmen TNI, ia nekat mendaftar. Penampilannya saat itu? Kaos singlet dan rambut gondrong khas preman terminal. Tak heran, petugas pendaftaran langsung menolaknya.
Namun, penolakan itu tidak membuatnya patah arang. Untung kembali lagi—kali ini dengan rambut dipotong rapi dan pakaian yang lebih sopan. Sebelum berangkat, ia sempat meminta doa restu dari ibunya. Bermodal dua lembar ijazah, yakni SD dan SMP, ia memberanikan diri melangkah ke meja pendaftaran.
"Kalau saya tidak menjadi tentara, saya akan menjadi bajingan," ujarnya dalam hati saat hendak mendaftar.
Lolos Seleksi dan Menyandang Baret Merah
Proses seleksi yang panjang akhirnya ia lalui. Untung Pranoto diterima dan mengikuti pendidikan Tamtama TNI AD. Ia lulus dengan pangkat Prajurit Dua (Prada). Seiring waktu, ambisinya terus membara. Ia berhasil lolos menjadi anggota Kopassus, korps baret merah yang dikenal dengan standar ketat dan latihan berat.
Kariernya di pasukan komando terus menanjak. Hingga kini, ia sudah mencatatkan 17 kali kenaikan pangkat—sebuah prestasi yang jarang terjadi. Ketika ditanya apa modal utamanya, ia hanya menjawab singkat, "Tuhan sudah berbaik hati."
Peran sebagai Penegak Disiplin
Sebagai perwira TNI, tugas Untung kini berkaitan dengan tata tertib. Ia bertugas menegur, mengajari, dan menyentil prajurit yang kurang disiplin. Tak hanya itu, ia selalu berusaha memberikan nasihat kepada para juniornya agar tetap loyal kepada siapa pun yang memimpin.
Letkol Untung Pranoto, yang pernah menjabat sebagai Pabandya Tatip Makopassus, dikenal sebagai sosok tentara dengan loyalitas tinggi terhadap pekerjaannya di TNI AD. Dari preman terminal hingga perwira Kopassus, perjalanan hidupnya menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari satu keputusan.
Editor: Wahyu Pradana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Taspen Mulai Cairkan Gaji ke-13 dan Tunjangan PNS 2026, Harga BBM Pertamina Turun per 1 Juni
Polisi Ungkap Identitas Bidan RSUD Besuki yang Tewas Dibuang di Pinggir Pantura Situbondo
Kim Yo-jong Tegaskan Status Nuklir Korut Tak Bisa Ditawar Jelang Kunjungan Xi Jinping
3.850 Pohon Ditanam di Babakan Madang Bogor, Pramuka dan Warga Gotong Royong Hijaukan Lingkungan