PARADAPOS.COM - Federasi Serikat Pekerja (FSP) ASPEK Indonesia menyambut positif sinyal masuknya Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal ke dalam Kabinet Merah Putih. Presiden FSP ASPEK Indonesia, Abdul Gofur, menilai langkah ini sebagai bukti bahwa pemerintah memberikan ruang lebih besar bagi representasi kaum pekerja dalam proses pengambilan kebijakan nasional. Sinyal tersebut pertama kali disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Kamis (4/6) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, yang menyatakan bahwa posisi yang mungkin diemban Said Iqbal berkaitan dengan isu buruh dan tenaga kerja.
Langkah Maju bagi Demokrasi Industrial
Menurut Gofur, sinyal ini bukan sekadar kabar baik, melainkan sebuah langkah maju yang signifikan bagi demokrasi industrial dan hubungan industrial di Indonesia. Ia menekankan bahwa selama ini gerakan buruh telah menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Kehadiran figur yang benar-benar memahami persoalan ketenagakerjaan dari lapangan, tuturnya, akan memperkuat upaya pemerintah dalam mewujudkan perlindungan pekerja, peningkatan kesejahteraan buruh, penciptaan lapangan kerja yang berkualitas, serta penguatan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Harapan akan Dialog Sosial yang Konstruktif
FSP ASPEK Indonesia meyakini, apabila Said Iqbal benar-benar dipercaya bergabung dalam jajaran kabinet, momentum ini dapat digunakan untuk memperkuat dialog sosial antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja. Semangat kemitraan yang konstruktif, menurut mereka, menjadi kunci agar kebijakan yang dihasilkan tidak hanya berpihak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keadilan bagi para pekerja.
“Kaum buruh tidak hanya ingin didengar, tetapi juga dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan yang menyangkut masa depan pekerja Indonesia. Penunjukan tokoh buruh ke dalam kabinet akan menjadi simbol penting bahwa negara hadir dan berpihak pada peningkatan kesejahteraan pekerja,” kata Gofur.
Pembangunan Ekonomi yang Berkeadilan
Lebih lanjut, FSP ASPEK Indonesia juga menegaskan bahwa pembangunan ekonomi yang berkeadilan hanya dapat terwujud apabila pertumbuhan ekonomi berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan pekerja. Perlindungan hak-hak normatif dan terciptanya hubungan industrial yang harmonis menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.
Sinyal dari Istana
Sebelumnya, pada Kamis (4/6), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberi sinyal bahwa Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal akan masuk ke dalam Kabinet Merah Putih. Saat menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Prasetyo mengaku pihaknya masih mendiskusikan hal tersebut.
“Sedang kita diskusikan,” ujar Prasetyo.
Dia menyebut posisi yang kemungkinan akan diemban Said Iqbal berkaitan dengan bidang yang selama ini menjadi fokus perjuangannya, yakni isu buruh dan tenaga kerja.
“Ya, kemungkinan ya, kemungkinan berkaitan dengan tentunya perjuangan beliau selama ini. Buruh, tenaga kerja,” jelasnya.
Namun demikian, Prasetyo belum merinci jabatan yang akan diberikan kepada Said Iqbal. Dia menegaskan pembahasan mengenai penugasan tersebut masih berlangsung.
“Tunggu, masih didiskusikan ya,” pungkasnya.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
PDIP Sejak Awal Curiga Ada Kejanggalan di Program Makan Bergizi Gratis
Kapolri Buka Ruang bagi ASN Isi Jabatan Non-Operasional di Polri
Airlangga Dorong Diversifikasi, Bukan Dekopling, di Tengah Gejolak Ekonomi Global
Rasulullah Sebut Tanda Kehinaan: Banyak Bicara Bohong, Sumpah Palsu, dan Suka Meminta-minta