Turki Kembali ke Piala Dunia 2026 Setelah 24 Tahun, Siap Ulang Sukses Peringkat Ketiga 2002

- Senin, 08 Juni 2026 | 21:50 WIB
Turki Kembali ke Piala Dunia 2026 Setelah 24 Tahun, Siap Ulang Sukses Peringkat Ketiga 2002
PARADAPOS.COM - Turki kembali ke panggung Piala Dunia setelah absen panjang, dan mereka datang dengan misi mengulang kejutan seperti edisi 2002. Timnas Turki tergabung di Grup D Piala Dunia 2026 bersama tuan rumah Amerika Serikat, Australia, dan Paraguay. Kehadiran mereka di turnamen empat tahunan ini menjadi catatan tersendiri, mengingat terakhir kali Turki berlaga di Piala Dunia adalah pada 2002 silam—saat itu mereka sukses merebut peringkat ketiga setelah mengalahkan Korea Selatan di partai perebutan tempat. Kini, dengan skuad yang diperkuat kombinasi pemain muda berbakat dan senior berpengalaman, Turki berambisi menorehkan sejarah baru di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Perjalanan Panjang Menuju Piala Dunia 2026

Jalan Turki menuju Piala Dunia 2026 tidaklah mulus. Mereka harus melewati babak kualifikasi yang cukup berliku. Turki finis di peringkat kedua Grup E dengan raihan 13 poin dari enam pertandingan, tertinggal dari Spanyol yang lolos otomatis sebagai juara grup. Namun, semangat mereka tidak padam. Melalui dua partai play-off, Turki akhirnya memastikan tiket ke Amerika Serikat setelah menyingkirkan Rumania dan Kosovo. Perjalanan ini menjadi semakin istimewa karena Turki harus melewatkan lima edisi Piala Dunia berturut-turut sejak 2002. Baru pada 2026, dengan bertambahnya jumlah peserta, mereka kembali mendapatkan kesempatan untuk unjuk gigi di turnamen paling bergengsi di dunia.

Kilas Balik Kejutan 2002

Piala Dunia 2002 di Korea Selatan-Jepang menjadi momen emas bagi sepak bola Turki. Saat itu, mereka tampil sebagai kuda hitam yang mengejutkan banyak pihak. Skuad yang dihuni pemain-pemain berkualitas seperti Emre Belozoglu, Rustu Recber, Umit Davala, hingga Hakan Sukur—yang tercatat sebagai pencetak gol tercepat dalam sejarah Piala Dunia—berhasil membawa Turki ke peringkat ketiga. Pencapaian itu menjadi tonggak sejarah yang hingga kini masih dikenang. Namun, setelah euforia tersebut, Turki harus menunggu 24 tahun untuk bisa kembali merasakan atmosfer Piala Dunia.

Masa Emas dengan Generasi Baru

Saat ini, Turki tengah memasuki masa emas kedua. Kemunculan pemain-pemain muda berbakat seperti Kenan Yildiz dan Arda Guler menjadi angin segar. Keduanya kini bermain di klub-klub besar Eropa dan dianggap sebagai masa depan sepak bola Turki. Namun, jangan lupakan sosok senior yang menjadi jangkar tim: Hakan Calhanoglu. Gelandang serang yang juga menjabat sebagai kapten timnas ini membawa pengalaman dan ketenangan di lini tengah. Di bangku pelatih, Turki ditangani oleh Vincenzo Montella, pelatih asal Italia yang mulai menjabat sejak 21 September 2023. Montella menjadi pelatih Italia kedua yang membesut Turki di Piala Dunia. Sebelumnya, pada edisi 1954, Turki juga ditangani oleh juru taktik asal Negeri Pizza, Sandro Puppo.

Profil Singkat Timnas Turki

Berikut adalah profil lengkap Timnas Turki yang akan berlaga di Piala Dunia 2026: - Pencapaian terbaik Piala Dunia: Peringkat ketiga (2002) - Pencapaian terbaik turnamen lain: Semifinal Euro (2008) - Peringkat FIFA: 22 - Kapten: Hakan Calhanoglu - Pelatih: Vincenzo Montella (Italia)

Skuad Inti

Kiper: Mert Gunok, Altay Bayindir, Ugurcan Cakir. Bek: Zeki Celik, Merih Demiral, Caglar Soyuncu, Eren Elmali, Abdulkerim Bardakci, Ozan Kabak, Mert Muldur, Ferdi Kadioglu, Samet Akaydin. Gelandang: Salih Ozcan, Hakan Calhanoglu, Ismail Yuksek, Kaan Ayhan, Orkan Kokcu. Penyerang: Kerem Akturkoglu, Arda Guler, Deniz Gul, Kenan Yildiz, Irfan Can Kahveci, Yunus Akgun, Baris Alper Yilmaz, Oguz Aydin, Can Uzun.

Jadwal Pertandingan di Piala Dunia 2026

Turki akan memulai perjuangan mereka di Grup D dengan jadwal sebagai berikut: - 14 Juni 2026, pukul 11.00 WIB: Australia vs Turki - 20 Juni 2026, pukul 10.00 WIB: Turki vs Paraguay - 26 Juni 2026, pukul 09.00 WIB: Turki vs Amerika Serikat Dengan komposisi pemain yang segar dan semangat tinggi, publik sepak bola dunia patut menanti apakah Turki mampu kembali menciptakan kejutan seperti dua dekade lalu.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar