PARADAPOS.COM - Tiga awak kapal asal India dilaporkan hilang setelah kapal tanker Settebello mengalami serangan di lepas pantai Oman, sebelum militer Amerika Serikat mengumumkan bahwa pihaknya menembaki kapal tersebut karena diduga melanggar blokade terhadap Iran. Kementerian Luar Negeri India pada Rabu, 10 Juni 2026, menyatakan bahwa dari total 24 awak India yang berada di atas kapal, sebanyak 21 orang berhasil diselamatkan. Insiden ini memicu kecaman dari India dan mempertegang situasi di jalur pelayaran strategis Selat Hormuz yang nyaris lumpuh akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Kronologi Hilangnya Awak Kapal
Peristiwa nahas itu terjadi di perairan Teluk Oman, tidak jauh dari pelabuhan Sohar. Kementerian Luar Negeri India, dalam pernyataan resminya yang dikutip pada Kamis, 11 Juni 2026, mengonfirmasi nasib para kru.
"Dari 24 awak India di kapal tersebut, 21 orang telah diselamatkan sejauh ini dan tiga warga India dilaporkan masih hilang," demikian bunyi pernyataan kementerian tersebut.
Pemerintah India mengecam keras serangan terhadap kapal tanker berbendera Palau itu. Mereka menilai insiden ini merupakan konsekuensi langsung dari eskalasi konflik yang tak kunjung mereda di kawasan Timur Tengah.
"Serangan terhadap pelayaran di kawasan sangat mengkhawatirkan dan merupakan akibat langsung dari konflik yang sedang berlangsung. Kami kembali menyerukan deeskalasi segera," lanjut pernyataan tersebut.
Pengakuan AS dan Protes India
Beberapa jam setelah kabar hilangnya awak kapal beredar, militer Amerika Serikat buka suara. Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengakui bahwa salah satu pesawat tempurnya menembaki kapal tanker Settebello di Teluk Oman. Dalam unggahan di media sosial, CENTCOM menyebut kapal tersebut dilumpuhkan saat berupaya mengangkut minyak dari Iran. Awak kapal disebut berulang kali mengabaikan instruksi yang diberikan pasukan Amerika Serikat.
Menanggapi pengakuan tersebut, India bergerak cepat. Seorang pejabat senior pemerintah India mengungkapkan kepada AFP bahwa pihaknya telah memanggil kuasa usaha Kedutaan Besar AS di New Delhi. Langkah ini diambil untuk menyampaikan protes keras atas serangan yang menewaskan dan menghilangkan nyawa warga sipil tersebut.
Selat Hormuz dan Blokade Berlapis
Situasi di lapangan semakin kompleks. Selat Hormuz, yang merupakan jalur pelayaran vital bagi distribusi energi dunia, hampir sepenuhnya tertutup. Kondisi ini dipicu oleh pecahnya konflik besar setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari.
Upaya perundingan yang dilakukan selama masa gencatan senjata yang rapuh dalam beberapa pekan terakhir belum membuahkan hasil. Belum ada kesepakatan yang dicapai untuk membuka kembali jalur pelayaran tersebut. Ironisnya, meski Iran memberlakukan blokade sejak konflik dimulai, Amerika Serikat juga menerapkan blokade tersendiri sejak April.
Laporan dari Laut dan Sinyal Darurat
Sebelum pengumuman resmi dari India dan AS, badan pemantau pelayaran Inggris, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), telah melaporkan adanya insiden terhadap sebuah kapal sekitar 20 mil laut di timur laut Sohar, Oman. Laporan itu menyebutkan bahwa kapal mengalami kebakaran di ruang mesin, dengan satu korban dan dua awak dilaporkan hilang.
Sementara itu, perusahaan keamanan maritim Inggris Vanguard Tech menambahkan detail yang mencekam. Mereka mengatakan kapal tanker Settebello sempat mengirim sinyal darurat yang menyebut ruang mesinnya terkena serangan rudal saat beroperasi di perairan Teluk Oman.
Pada Senin lalu, otoritas Oman juga mengevakuasi 24 pelaut India dari sebuah kapal tanker yang terbakar di lepas pantai Muscat. Namun, hingga saat itu, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Rangkaian insiden ini menunjukkan betapa rawan dan gentingnya situasi pelayaran di kawasan tersebut.
Editor: Annisa Rachmad
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
JK Tawarkan Investasi Energi Rp70 Triliun ke Prabowo untuk Capai Target Pertumbuhan 8 Persen
Jakarta International Marathon 2026 Kembali Digelar, Lewati Monas hingga GBK
Kombes Made Agus Prasatya Resmi Jabat Dirgakkum Korlantas, Dikenal sebagai Motor Reformasi PNBP Tilang
Pemerintah Targetkan 40.000 Koperasi Merah Putih Beroperasi Hingga Akhir 2026