PARADAPOS.COM - Laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026 mempertemukan Argentina dan Aljazair di Stadion Arrowhead, Kansas City, pada Rabu, 17 Juni 2026, pukul 08.00 WIB. Pertandingan ini bukan sekadar laga pembuka biasa; sorotan utama tertuju pada Lionel Messi yang diprediksi menjalani turnamen pamungkasnya bersama Timnas Argentina. Selain menjadi panggung "The Last Dance" bagi sang kapten, duel ini juga menyajikan sejumlah catatan statistik dan rekor yang patut dicermati.
Atmosfer di Kansas City dipastikan akan terasa berbeda. Messi, yang akrab disapa La Pulga, kembali memimpin skuad Albiceleste dengan status juara bertahan. Di sisi lain, Aljazair datang dengan semangat tinggi setelah berhasil kembali ke panggung terbesar sepak bola dunia untuk pertama kalinya sejak 2014. Berikut rangkuman fakta menarik dari kedua kubu.
Fakta Argentina: Rekor dan Momentum Messi
Enam Piala Dunia untuk Messi?
Jika diturunkan sejak menit awal melawan Aljazair, Lionel Messi akan mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pemain dengan jumlah keikutsertaan Piala Dunia terbanyak, yakni enam edisi. Rekor ini juga tengah diburu oleh kiper Meksiko, Guillermo Ochoa, dan rival abadinya, kapten Portugal, Cristiano Ronaldo. Laga ini sekaligus menjadi ajang bagi Messi untuk memperpanjang rekor pribadinya sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak di turnamen ini. Sejak debutnya pada 2006 hingga 2022, ia telah bermain sebanyak 26 kali di Piala Dunia.
Raja Gol dan Asis
Tak hanya soal jumlah penampilan, Messi juga merupakan pencetak gol dan penyedia asis terbanyak bagi Argentina di Piala Dunia. Dalam lima edisi sebelumnya, ia telah mengoleksi 13 gol dan delapan asis. Catatan ini berpotensi memecahkan rekor absolut. Messi hanya terpaut tiga gol dari legenda Jerman, Miroslav Klose, dan dua asis dari legenda Brasil, Pelé. Setiap sentuhan bola di kakinya di turnamen ini akan dinantikan, bukan hanya oleh pendukung Argentina, tetapi juga oleh para pencinta sepak bola global.
Catatan Umum Albiceleste
Secara keseluruhan, Argentina telah memainkan 88 pertandingan di Piala Dunia. Rekam jejak mereka terbilang gemilang: 47 kemenangan, 11 hasil imbang, dan 24 kekalahan. Dari total pertandingan tersebut, mereka telah mencetak 152 gol dan kebobolan 101 kali. Dengan 19 kali partisipasi, Argentina telah tiga kali mengangkat trofi, yakni pada 1978, 1986, dan terakhir pada 2022 di Qatar.
Fakta Aljazair: Kembalinya El Khadra
Momen yang Dinanti
Piala Dunia 2026 menjadi panggung kerinduan bagi Aljazair. Tim berjuluk El Khadra ini terakhir kali berlaga di turnamen empat tahunan tersebut pada edisi 2014 di Brasil. Pada edisi itu, mereka mencatatkan sejarah sebagai pencapaian terbaik mereka dengan lolos hingga babak 16 besar, sebelum akhirnya takluk dari Jerman yang keluar sebagai juara dunia. Kini, setelah 12 tahun absen, mereka kembali siap unjuk gigi di panggung utama.
Pencetak Gol Terbanyak
Sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia, Aljazair baru mengoleksi total 13 gol. Tiga pemain tercatat sebagai pencetak gol terbanyak dengan raihan dua gol masing-masing. Pertama adalah Salah Assad yang mencetak dua gol pada Piala Dunia 1982 saat Aljazair mengalahkan Chili 3-2. Dua nama lainnya adalah Abdelmoumene Djabou dan Islam Slimani, yang sama-sama mencetak dua gol pada Piala Dunia 2014. Menariknya, baik Djabou maupun Slimani tidak masuk dalam skuad Aljazair untuk edisi 2026 kali ini.
Catatan Umum El Khadra
Dari total 13 pertandingan yang telah dijalani di Piala Dunia, Aljazair mencatatkan tiga kemenangan, tiga hasil imbang, dan tujuh kekalahan. Mereka telah mencetak 13 gol dan kebobolan 19 kali. Angka-angka ini menunjukkan bahwa Aljazair masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk bersaing di level tertinggi, meskipun semangat kebangkitan mereka patut diacungi jempol.
Head-to-Head: Pertemuan yang Sudah Lama Berlalu
Argentina dan Aljazair bukanlah lawan yang sering bertemu. Dalam sejarah sepak bola internasional senior, kedua tim baru tercatat sekali berhadapan. Duel tersebut terjadi dalam laga persahabatan di Stadion Camp Nou, Barcelona, pada tahun 2007.
Pertandingan yang berlangsung sengit itu menghasilkan tujuh gol. Argentina keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 4-3. Lionel Messi menjadi bintang lapangan dengan menyumbangkan dua gol. Rekor pertemuan ini tentu menjadi catatan historis, namun perlu diingat bahwa laga tersebut sudah terjadi hampir dua dekade lalu.
“Argentina 4-3 Aljazair (5 Juni 2007),” demikian catatan pertemuan satu-satunya itu.
Meskipun Argentina unggul secara historis, peta kekuatan kedua tim saat ini tentu sudah jauh berubah. Pertandingan di Kansas City nanti akan menjadi panggung pertemuan kompetitif pertama bagi Argentina dan Aljazair dalam sejarah gelaran Piala Dunia. Sebuah babak baru yang layak dinantikan.
Artikel Terkait
AS dan Iran Teken Nota Kesepahaman Elektronik, Jadi Langkah Awal Akhiri Konflik Timur Tengah
Pertamina Klarifikasi Angka Rp18.040 di Struk Pertalite: Itu Harga Keekonomian, Bukan Harga yang Dibayar Konsumen
Pemprov Jateng Siapkan Rp200 M untuk Perbaikan Jalan, Ruas Cepu–Randublatung Jadi Prioritas
Kiandra Ramadhipa Raih Kemenangan Perdana di Moto3 Junior World Championship 2026