Ketua BEM UGM Dituding Ditunggangi Politik, Pelacak Ditemukan di Mobil Mewah yang Digunakannya

- Rabu, 17 Juni 2026 | 16:50 WIB
Ketua BEM UGM Dituding Ditunggangi Politik, Pelacak Ditemukan di Mobil Mewah yang Digunakannya

PARADAPOS.COM - Polemik seputar gerakan mahasiswa kembali memanas. Rahmat Djimbula, yang mengatasnamakan diri sebagai juru bicara Aliansi BEM Bersatu, melontarkan tuduhan bahwa Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) 2025, Tiyo Ardianto, telah ditunggangi oleh jaringan politik tertentu. Tuduhan ini mencuat di tengah gelombang protes masyarakat terhadap kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Rahmat pun mendasarkan tuduhannya pada kepemilikan mobil mewah yang digunakan Tiyo, yang dinilainya sebagai indikasi keterkaitan dengan kepentingan politik praktis.

Nama Tiyo Ardianto memang menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. Ia dikenal lantang menyuarakan kritik terhadap pemerintah. Namun, di balik keberaniannya, ia justru mengaku mendapat serangkaian teror. Yang terbaru, Tiyo mengunggah sebuah video yang memperlihatkan temuan alat pelacak (tracker) yang menempel di bagian bawah mobil Pajero yang dikendarainya. Temuan ini semakin memperkeruh suasana dan memicu spekulasi di kalangan publik.

Tuduhan Rahmat Djimbula dan Kaitannya dengan Mobil Mewah

Rahmat Djimbula tidak tinggal diam. Ia menilai bahwa kepemilikan mobil Fortuner oleh Tiyo Ardianto adalah sebuah kejanggalan yang patut dipertanyakan. Menurutnya, hal ini menjadi bukti adanya kedekatan dengan jaringan politik tertentu.

"Tiyo Ardianto diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu," katanya.

Lebih lanjut, Rahmat mengungkapkan detail kepemilikan kendaraan tersebut. Ia menyebutkan bahwa mobil Fortuner hitam yang ditempeli alat pelacak itu terdaftar atas nama Siti Nuraeni. Sosok Siti Nuraeni ini, menurut Rahmat, adalah adik dari Letjen TNI (Purn.) Setyo Sularso, yang merupakan besan dari Jenderal TNI Andika Perkasa.

"Mobil Fortuner yang digunakan diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI Purnawirawan Setyo Sularso yang merupakan besan Jenderal TNI Andika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024," ujarnya.

Mengenal Sosok Rahmat Djimbula

Siapa sebenarnya Rahmat Djimbula? Berdasarkan data yang tercatat di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Rahmat adalah seorang mahasiswa program studi Ilmu Hukum di Fakultas Hukum Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta. Ia tercatat sebagai mahasiswa aktif sejak September 2022. Dari informasi yang tertera di akun media sosialnya, ia diketahui berasal dari Ambon, Maluku Tengah, dan saat ini berusia 24 tahun.

Yang menarik perhatian adalah jejak digital Rahmat. Akun Instagram resmi BEM FH UIC pada tahun 2025 lalu pernah mengunggah foto ucapan selamat kepada Sufmi Dasco Ahmad. Dasco sendiri adalah Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI. Unggahan ini pun menuai beragam reaksi dari warganet.

"ohh bibit penjilat nyaa kuat banget," tulis akun fajri.

"Akun BEM apa dah ngucapin gini? Gaada urgensi nya anjir sama kegiatan kampus lo wkwkwkwkw," kata akun urkarma.

Hubungan antara Rahmat dengan Sufmi Dasco masih menjadi tanda tanya besar. Namun, yang jelas, kini Rahmat tampil ke depan sebagai juru bicara Aliansi BEM Bersatu yang mengkritik gerakan mahasiswa yang tengah memprotes kebijakan pemerintah.

"Kami BEM Fakultas bersatu menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elit dalam perebutan kekuasaan," kata Rahmat Djimbula dalam sebuah kesempatan.

"Kami menilai, sejumlah aksi mahasiswa mulai kehilangan arah. Ditandai minim kajian, lemahnya argumentasi dan ketidakjelasan substansi tuntutan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan, apakah gerakan masih berpihak kepada rakyat atau disusupi agenda tertentu," sambungnya.

Komposisi Aliansi BEM Bersatu dan Kontroversi yang Mengikutinya

Rahmat mengklaim bahwa Aliansi BEM Bersatu terdiri dari perwakilan berbagai kampus. Berikut adalah daftar yang ia sampaikan:

Ketua BEM Fakultas Hukum UNISIA: Wildan Ricky BEM Fakultas Hukum UIJ: Muhammad Yani Ketua BEM FISIP UNAS: Ardi Zulkifly Ketua BEM Institut Al Aqidah: Ardiansyah BEM Psikologi UNJ: Ahmad Ghazy Ketua BEM FEB UNPAM: Alfi Ketua BEM Hukum UIC (Jubir BEM Bersatu): Rahmat Djimbula BEM F.IPS Unindra: Dicky BEM Fakultas Teknik Universitas BSI: Ahmad BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Managemen Administrasi Institut STIAMI: Rezky Anandar

Namun, yang menjadi aneh adalah, sejumlah BEM dari kampus-kampus yang disebutkan dalam aliansi tersebut justru menyatakan sikap yang berbeda. Mereka seolah tidak sepaham dengan pernyataan yang dilontarkan atas nama mereka. Hal ini pun menimbulkan pertanyaan besar di kalangan publik: siapa sebenarnya BEM Bersatu dan atas dasar apa mereka berbicara? Pertanyaan ini masih menggantung, menunggu klarifikasi lebih lanjut dari semua pihak yang terlibat.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar