ASABRI Gandeng 119 Rumah Sakit TNI dan Kemenhan Perluas Akses Perawatan Prajurit

- Rabu, 17 Juni 2026 | 19:50 WIB
ASABRI Gandeng 119 Rumah Sakit TNI dan Kemenhan Perluas Akses Perawatan Prajurit
PARADAPOS.COM - PT ASABRI (Persero) resmi memperluas akses layanan perawatan bagi prajurit TNI dengan menggandeng 119 jaringan rumah sakit di seluruh matra, mulai dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, hingga rumah sakit di bawah naungan Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Langkah ini diumumkan dalam seremoni penandatanganan kerja sama di Jakarta pada Rabu, 17 Juni 2026, sebagai upaya mempercepat dan mengintegrasikan layanan kesehatan bagi personel pertahanan negara.

Kolaborasi Strategis untuk Perlindungan Prajurit

Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan Kemenhan, Haris Haryanto, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis yang tidak hanya memperkuat perlindungan sosial, tetapi juga menghadirkan layanan kesehatan yang lebih cepat, mudah, dan terintegrasi. Menurutnya, sistem perlindungan yang baik menjadi elemen vital dalam menjaga kesiapan personel di lapangan. "Harapan saya, melalui kerja sama yang ditandatangani hari ini, pelayanan kepada prajurit di lapangan dapat semakin cepat dengan dukungan birokrasi yang lebih baik," ujar Haris dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu, 17 Juni 2026. Ia menambahkan bahwa sistem perlindungan sosial yang didukung layanan kesehatan terintegrasi merupakan fondasi penting untuk memastikan personel tetap prima saat menjalankan tugas negara.

Memperkuat Ekosistem Jaminan Sosial

Direktur Utama ASABRI, Jeffry Haryadi P. Manullang, menegaskan bahwa kerja sama ini bukanlah sekadar dokumen administratif. Ia menjelaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem jaminan sosial bagi prajurit TNI secara menyeluruh. "Dukungan ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sinergi strategis yang berorientasi pada kesejahteraan prajurit TNI dan keluarga," tegas Jeffry. Ia menekankan bahwa kolaborasi tersebut adalah bentuk tanggung jawab bersama untuk memastikan setiap prajurit mendapatkan perlindungan optimal saat menjalankan tugas negara, terutama dalam situasi penugasan berisiko tinggi.

Fokus pada Risiko Penugasan dan Pemulihan Optimal

Program ini memprioritaskan peserta yang mengalami risiko penugasan, khususnya terkait Kecelakaan Kerja (KK) dan Penyakit Akibat Kerja (PAK). Dengan perluasan akses ke jaringan rumah sakit TNI, ASABRI berharap proses medis dapat berlangsung tanpa hambatan birokrasi yang berbelit. "Prajurit TNI memiliki karakteristik tugas dengan tingkat risiko tinggi. Karena itu, perluasan akses layanan perawatan melalui rumah sakit TNI menjadi sangat penting. Kami ingin memastikan ketika risiko terjadi, peserta dapat memperoleh pelayanan medis terbaik agar proses pemulihan berjalan optimal tanpa kekhawatiran terkait perlindungan," terang Jeffry. Di tengah hiruk-pikuk persiapan operasional, kehadiran layanan kesehatan yang terintegrasi ini diharapkan mampu meredam kekhawatiran prajurit dan keluarga. Dengan sinergi ini, ASABRI berkomitmen agar manfaat perlindungan dapat diterima peserta secara lebih cepat, tepat, dan berkelanjutan.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar