PARADAPOS.COM - Pada Juni 2023, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku Utara, DLH Kabupaten Halmahera Utara, Pemerintah Desa Kao, dan Komunitas Green Kaidati menanam 600 bibit mangrove di pesisir Desa Kao, Kecamatan Kao. Kegiatan yang mencakup area seluas sekitar 0,8 hektar di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) itu kini menunjukkan hasil nyata: tingkat keberhasilan tumbuh mencapai 90 persen dan kawasan Sungai Naul kembali menghijau.
Wilayah pesisir yang sebelumnya mengalami degradasi parah kini berubah total. Bukan hanya sekadar hijau, area tersebut telah menjadi ekosistem produktif yang dihuni berbagai jenis margasatwa. Transformasi ini dikelola secara berkelanjutan oleh Komunitas Green Kaidati, yang menjadi ujung tombak perawatan sehari-hari di lapangan.
Dari Ancaman Abrasi Menjadi Habitat Baru
Sebelum program ini bergulir, garis pantai Desa Kao sangat rentan terhadap abrasi dan kenaikan air laut. Pemukiman warga kerap terancam. Kini, melalui kolaborasi multipihak—antara NHM, pemerintah desa, dan pemerintah daerah—kondisi lingkungan pesisir menunjukkan perbaikan yang signifikan. Kawasan yang dulunya gundul kini lebih terlindungi.
KEE sendiri memiliki peran strategis dalam restorasi lingkungan pesisir. Fungsi utamanya mencakup pencegahan abrasi pantai dan pemulihan habitat biota perairan. Selain itu, hutan mangrove ini juga berperan penting dalam menyerap emisi karbon. Tidak berhenti di situ, kawasan ini punya potensi untuk dikembangkan sebagai ekowisata.
Komitmen Berkelanjutan NHM dan Dukungan Infrastruktur
NHM tidak hanya hadir saat penanaman. Sebagai bagian dari program keberlanjutan di bidang konservasi, perusahaan secara konsisten mendukung pengembangan kapasitas komunitas lokal. Bentuk dukungannya nyata: pembangunan gazebo, instalasi listrik, fasilitas sanitasi, hingga tandon air. Semua infrastruktur ini menunjang kegiatan pembibitan di lapangan.
Lebih dari itu, NHM turut membantu pengembangan pembibitan mangrove hingga mencapai 4.300 bibit. Proses ini dilakukan secara bertahap. Tujuannya jelas: mendukung usaha pembibitan yang memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat sekitar.
Apresiasi dari Komunitas Lokal
Ketua Komunitas Green Kaidati, Zainudin Hongi, mengapresiasi kontribusi berkelanjutan NHM. Menurutnya, kehadiran perusahaan tambang itu memberikan dampak positif dari dua sisi sekaligus: kualitas lingkungan yang meningkat dan peluang ekonomi baru melalui penjualan bibit mangrove.
Sementara itu, Superintendent Lingkungan dari Departemen Health Safety & Environment (HSE) NHM, Rosmini Djufri, menyampaikan harapannya. Ia berharap kawasan ini dapat terjaga dengan baik sehingga manfaat ekologis dan ekonomisnya benar-benar dirasakan masyarakat.
"NHM berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan komunitas lokal dan pemerintah daerah dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan di Kabupaten Halmahera Utara," pungkas Rosmini.
Melalui keterlibatan aktif masyarakat, khususnya Komunitas Green Kaidati, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Kolaborasi semacam ini menjadi contoh bagaimana sektor swasta, pemerintah, dan komunitas bisa bergerak bersama memulihkan alam.
Artikel Terkait
4.263 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakarta Pusat
BI Kembali Naikkan Suku Bunga ke 5,75 Persen, Tiga Kali Penyesuaian Sepanjang 2026
Argentina Bawa 500 Kilogram Daging Sapi Premium ke Piala Dunia 2026 demi Jaga Tradisi dan Kekompakan Tim
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Restui Negosiasi Langsung dengan AS, Beri Sinyal Perubahan Sikap