PARADAPOS.COM - Tim nasional Kanada akhirnya memecah kebuntuan di Piala Dunia 2026. Berlaga di hadapan pendukung sendiri, mereka menghancurkan Qatar dengan skor telak 6-0 pada laga kedua Grup B yang digelar di Stadion BC Place, Vancouver, Kamis, 18 Juni 2026. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Kanada di turnamen edisi kali ini, sekaligus membawa mereka memuncaki klasemen sementara grup.
Pernyataan Pelatih: Ingin Bangkitkan Semangat Publik
Pelatih Kanada, Jesse Marsch, mengungkapkan bahwa timnya memiliki misi khusus di pertandingan tersebut. Ia menekankan pentingnya memberikan penampilan terbaik bagi para suporter yang memadati stadion.
“Kami ingin memainkan jenis sepak bola yang akan membangkitkan semangat penonton. Kami ingin menunjukkan bakat dan mentalitas yang kami miliki,” kata Marsch.
Suasana di Stadion BC Place memang terasa berbeda malam itu. Lebih dari 55.000 penonton hadir langsung, menciptakan atmosfer yang luar biasa. Marsch pun menyadari betul besarnya dukungan tersebut.
“Akan ada 40 juta warga Kanada yang seolah-olah berada di stadion hari ini. 55.000 orang ini yang menyaksikan langsung di stadion beruntung dan mereka menyaksikan penampilan yang luar biasa,” ujarnya.
Hattrick Jonathan David dan Drama Cedera
Gol-gol kemenangan Kanada tersebar di sepanjang pertandingan. Cyle Larin dan Nathan Saliba masing-masing menyumbang satu gol. Namun, bintang malam itu adalah Jonathan David yang berhasil mencetak hattrick. Satu gol tambahan lainnya lahir dari bunuh diri pemain Qatar, Mohammed Manai.
Di balik kemenangan gemilang, ada momen emosional yang dialami tim. Penyerang Kanada, Cyle Larin, menceritakan bahwa cedera yang dialami Ismael Kone cukup berat dirasakan oleh seluruh pemain.
“Banyak pemain yang datang dari antah berantah. Kami menunjukkan semangat juang yang kami miliki. Kami menunjukkan bahwa kami mampu tampil di panggung dunia. Kami baru saja memulai,” ungkap Larin.
Ia menjelaskan, meskipun cedera Kone menyakitkan, tim tetap kembali ke lapangan untuk menyelesaikan tugas dengan baik. Semangat itu, menurutnya, menjadi bukti nyata karakter tim Kanada.
Puncak Klasemen dan Tantangan Berikutnya
Kemenangan ini membawa Kanada memimpin klasemen Grup B dengan torehan empat poin. Mereka unggul selisih gol atas Swiss yang berada di peringkat kedua dengan jumlah poin yang sama. Sementara itu, Bosnia dan Qatar berada di posisi ketiga dan keempat dengan masing-masing mengoleksi satu poin.
Larin menegaskan bahwa perjalanan mereka belum selesai. Laga selanjutnya melawan Swiss akan menjadi ujian berat yang harus dihadapi.
“Laga selanjutnya adalah melawan Swiss sehingga pekerjaan belum selesai. Kami yakin mampu tampil jauh lebih baik,” tuturnya.
Dengan kepercayaan diri yang melonjak setelah kemenangan besar ini, Kanada kini menatap laga penentu melawan Swiss dengan optimisme tinggi. Publik pun menanti apakah tim besutan Jesse Marsch mampu melanjutkan performa impresif mereka.
Editor: Wahyu Pradana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Menhan Sjafrie Tegaskan Yonif TP Punya Peran Ganda: Pertahanan dan Pemberdayaan Masyarakat
Polda Metro Jaya Tangkap Roy Suryo dan Dokter Tifa, Kuasa Hukum Nilai Tidak Profesional
Polda Metro Tangkap dr. Tifa dan Roy Suryo Tersangka Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Iran Masih Urung Putuskan Keberangkatan Delegasi ke Swiss untuk Teken Implementasi MoU dengan AS