Erick Thohir Pastikan Naturalisasi Pemain Berjalan Seimbang dengan Pembinaan Sepak Bola Akar Rumput

- Jumat, 19 Juni 2026 | 22:25 WIB
Erick Thohir Pastikan Naturalisasi Pemain Berjalan Seimbang dengan Pembinaan Sepak Bola Akar Rumput
PARADAPOS.COM - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan bahwa kebijakan naturalisasi pemain untuk tim nasional sepak bola Indonesia tetap berjalan beriringan dengan pengembangan turnamen di level akar rumput serta eksplorasi potensi pemain lokal. Pernyataan ini disampaikan Erick usai mengikuti pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (19/6) lalu.

Menyeimbangkan Naturaliasi dan Pembinaan Lokal

Di tengah hiruk-pikuk pembicaraan mengenai pemain naturalisasi, Erick Thohir memastikan bahwa proses tersebut tidak akan menggeser prioritas pembinaan sepak bola dari bawah. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara mendatangkan pemain keturunan dan mengembangkan bakat lokal. “Naturalisasi pemain untuk tim nasional sepak bola Indonesia berjalan seimbang dengan pengembangan turnamen di akar rumput dan eksplorasi potensi pemain lokal,” ujarnya saat ditemui wartawan di kompleks Hambalang.

Pertemuan di Hambalang

Suasana sore di Hambalang tampak sibuk ketika Erick Thohir keluar dari ruang pertemuan. Ia baru saja menyelesaikan agenda dengan kepala negara. Dalam kesempatan itu, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI tersebut memberikan gambaran singkat mengenai arah kebijakan sepak bola nasional. Menurutnya, pengembangan sepak bola tidak bisa hanya mengandalkan satu sisi. Turnamen usia muda dan pencarian bakat lokal harus terus digalakkan. Hal ini dinilai penting untuk menciptakan ekosistem sepak bola yang berkelanjutan.

Fokus pada Regenerasi Pemain

Erick menambahkan, pihaknya terus mendorong agar turnamen akar rumput semakin masif. Langkah ini diambil untuk memastikan regenerasi pemain berjalan alami. Ia juga mengingatkan bahwa potensi pemain lokal di berbagai daerah masih sangat besar dan perlu dieksplorasi secara serius. Dengan pendekatan ini, diharapkan tim nasional tidak hanya kuat di permukaan, tetapi juga memiliki pondasi yang kokoh dari bawah. Pernyataan Erick ini sekaligus menjawab kekhawatiran sebagian kalangan yang menganggap naturalisasi akan mengerdilkan pemain lokal. “Kami tidak ingin fokus hanya pada satu aspek. Semua harus berjalan beriringan,” tuturnya menegaskan.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar