PARADAPOS.COM - Claude Guillemot, salah satu pendiri raksasa industri gim global Ubisoft, meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat di wilayah barat Prancis pada Jumat malam waktu setempat. Pesawat bermesin ganda jenis Cessna 421 yang ditumpanginya bersama seorang instruktur penerbangan jatuh di dekat Bandara La Baule-Escoublac, di pesisir Atlantik. Kedua korban merupakan pilot berlisensi dan berpengalaman, dan penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan otoritas setempat.
Insiden di Ambang Landasan
Menurut seorang pejabat bandara yang berbicara kepada Associated Press, pesawat tersebut jatuh di sebuah lahan terbuka sesaat sebelum mendarat. Pejabat itu meminta identitasnya tidak dipublikasikan karena tidak memiliki kewenangan untuk memberikan pernyataan resmi kepada media.
Wali Kota La Baule, Franck Louvrier, dalam pernyataannya pada Sabtu, 20 Juni 2026, menyebut kedua korban merupakan pilot berlisensi dan berpengalaman. Pihak berwenang saat ini masih menyelidiki penyebab kecelakaan secara menyeluruh.
Konfirmasi dari Ubisoft
Perusahaan Ubisoft telah mengonfirmasi kematian Claude Guillemot. Namun, hingga saat ini mereka belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai detail insiden tersebut. Keheningan dari pihak perusahaan menimbulkan spekulasi, namun sumber internal menyebutkan bahwa keluarga sedang berkabung dan membutuhkan privasi.
Warisan Sang Pendiri
Claude Guillemot bersama empat saudaranya mendirikan Ubisoft pada 1986. Dari sebuah perusahaan kecil di Prancis, Ubisoft kemudian berkembang menjadi salah satu pengembang dan penerbit gim terbesar di dunia.
Perusahaan ini dikenal melalui sejumlah waralaba populer, termasuk Assassin's Creed, Just Dance, Rayman, serta seri gim Tom Clancy's Rainbow Six dan berbagai judul lain yang menggunakan nama penulis Tom Clancy.
Kepergian Claude Guillemot menjadi kehilangan besar bagi industri gim global. Perannya dalam membangun Ubisoft menjadi salah satu perusahaan paling berpengaruh di sektor hiburan digital selama hampir empat dekade tidak akan terlupakan. Di lorong-lorong kantor Ubisoft di Paris, suasana duka terasa pekat, mengingat sosok pendiri yang dikenal rendah hati namun visioner itu.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Bayi Dua Hari Meninggal di RSUD Bima, Keluarga Keluhkan Hambatan Tebus Obat Akibat BPJS Belum Terdaftar
Museum As Safiyyah di Madinah Jadi Destinasi Edukasi Sejarah Nabi Favorit Jemaah Haji Indonesia
Harga Emas Batangan di Pegadaian Turun, Cek Rincian Terbaru Hari Ini
Pramono Anung Resmi Beri Keringanan Pajak untuk Film Nasional di Jakarta