PARADAPOS.COM - Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan mengumumkan pencapaian bersejarah bagi industri pertahanan negaranya: untuk pertama kalinya, Turkiye berhasil mengekspor kapal perang ke negara anggota NATO sekaligus Uni Eropa. Tonggak sejarah ini diresmikan melalui upacara serah terima kapal patroli Cam Roman kepada Rumania, yang berlangsung di galangan kapal Istanbul pada Sabtu, 20 Juni 2026. Momen ini tidak hanya menandai lompatan besar bagi kemampuan manufaktur militer Turkiye, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai pemain kunci di panggung pertahanan global.
Dalam pidatonya di tengah hiruk-pikuk galangan kapal yang dipenuhi para pekerja dan pejabat militer, Erdogan menyoroti betapa sibuknya industri ini belakangan ini. Suara deru mesin dan percikan las dari kapal-kapal yang sedang dibangun menjadi latar belakang pernyataannya yang penuh semangat.
Puncak Produktivitas dalam Sejarah Republik
Erdogan menegaskan bahwa sektor pembuatan kapal angkatan laut Turkiye tengah berada pada titik puncaknya. Ia menyebutkan bahwa industri ini sedang melalui fase paling produktif dalam sejarah 103 tahun Republik Turkiye.
"Industri pembuatan kapal angkatan laut kami sedang menjalani masa-masa paling sibuk dan produktif dalam sejarah 103 tahun Republik Turkiye," ujarnya.
Menurutnya, fase pertumbuhan ini memungkinkan Turkiye untuk membangun berbagai jenis kapal perang secara simultan. Erdogan kemudian memberikan gambaran tentang skala operasi yang sedang berjalan.
"Kami termasuk di antara negara-negara yang membangun kapal perang dalam jumlah terbanyak secara bersamaan. Dengan penandatanganan kontrak bersama Rumania, Turkiye telah mengekspor kapal perang ke negara anggota NATO dan Uni Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah," jelasnya.
Cam Roman: Simbol Ekspor Perdana
Kapal yang menjadi pusat perhatian dalam upacara tersebut adalah kapal patroli Cam Roman. Kapal ini dibangun khusus di Galangan Kapal Istanbul berdasarkan kontrak kerja sama bilateral dengan Rumania.
Keberhasilan pengiriman kapal ini bukan sekadar transaksi komersial. Erdogan menyebutnya sebagai tonggak baru yang membuktikan peningkatan kapasitas galangan kapal Turkiye dalam memenuhi standar tinggi pasar global. Ia menambahkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Turkiye telah membangun lebih dari 140 wahana angkatan laut untuk berbagai klien luar negeri, menunjukkan kepercayaan internasional yang terus tumbuh terhadap kualitas produk pertahanan Turkiye.
Lonjakan Ekspor Pertahanan yang Spektakuler
Selain merayakan pengiriman kapal perang, Erdogan juga memanfaatkan kesempatan itu untuk memaparkan capaian sektor pertahanan dan penerbangan yang mencengangkan. Ia mengungkapkan bahwa nilai ekspor sektor ini mencapai 996 juta dolar AS atau setara dengan sekitar Rp17,75 triliun hanya dalam satu bulan terakhir.
"Kami meraih keberhasilan bersejarah dengan mengekspor produk pertahanan dan penerbangan senilai 996 juta dolar (Rp17,75 triliun) bulan lalu," ungkapnya.
Untuk memberikan perspektif, Erdogan membandingkan angka tersebut dengan kondisi dua dekade lalu. Ia menekankan betapa dramatisnya pertumbuhan yang telah dicapai.
"Jika ekspor tahunan kami hanya sebesar 248 juta dolar (Rp4,42 triliun) pada 23 tahun yang lalu, kini kami mencapai angka tersebut hanya dalam waktu satu pekan," tuturnya.
Pemerintah Turkiye menegaskan bahwa seluruh ekspor teknologi pertahanan ini bukan semata-mata soal keuntungan ekonomi. Lebih dari itu, langkah ini merupakan bagian dari misi strategis Ankara untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara sahabat, sekaligus mendukung perdamaian, stabilitas, dan keamanan di kawasan.
Artikel Terkait
Demokrat Desak PDIP Perjelas Sikap Politik: Oposisi atau Pendukung Pemerintahan Prabowo?
Serangan Rusia Tewaskan Tiga Warga Sipil di Ukraina Timur, Ukraina Balas dengan Serangan Drone ke Krimea
Kroasia Cetak Sejarah ke Final, Prancis Juara Piala Dunia 2018 Usai Kalahkan Perlawanan Dramatis
BCA Tetapkan Syarat Saldo Rp5 Miliar untuk Masuk Program Nasabah Premium Solitaire