Belgia Tertahan 0-0 Lawan Iran, Kartu Merah Ngoy Hentikan Dominasi De Bruyne

- Minggu, 21 Juni 2026 | 21:50 WIB
Belgia Tertahan 0-0 Lawan Iran, Kartu Merah Ngoy Hentikan Dominasi De Bruyne
PARADAPOS.COM - Timnas Belgia kembali gagal meraih kemenangan penuh setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Iran pada laga kedua Grup G Piala Dunia 2026 di Stadion Los Angeles, Amerika Serikat, Senin waktu setempat. Hasil ini membuat Iran memuncaki klasemen sementara Grup G dengan koleksi dua poin, unggul selisih gol atas Belgia yang juga mengantongi dua angka. Pertandingan yang berlangsung ketat ini diwarnai dengan kartu merah bagi Belgia dan sejumlah peluang emas yang gagal dimanfaatkan kedua tim.

Dominasi Belgia Tak Berbuah Gol

Sejak peluit pertama dibunyikan, Belgia tampil dominan. Pasukan Rudi Garcia langsung mengambil inisiatif serangan dan menguasai jalannya laga. Pada 10 menit pertama saja, penguasaan bola mereka mencapai 77 persen. Namun, dominasi itu tidak serta merta menghasilkan gol. Meski lebih banyak bertahan, Iran nyaris memecah kebuntuan pada menit ke-25. Mehdi Taremi, penyerang Olympiacos, sukses melewati Thibaut Courtois setelah menerima umpan Ehsan Hajsafi. Namun, sorak sorai suporter Iran harus pupus. Gol tersebut dianulir oleh Video Assistant Referee (VAR) karena Taremi sudah berada dalam posisi offside lebih dulu.

Kreativitas De Bruyne dan Tembok Iran

Belgia terus mengandalkan kreativitas Kevin De Bruyne dan Youri Tielemans untuk membongkar pertahanan Iran yang rapat. Namun, barisan belakang Iran yang disiplin dan penampilan gemilang kiper Alireza Beiranvand membuat skor 0-0 bertahan hingga turun minum. Beiranvand tampil sebagai tembok yang sulit ditembus. Memasuki babak kedua, Belgia kembali mengambil kendali permainan. Rudi Garcia mencoba meningkatkan daya gedor dengan memasukkan Dodi Lukebakio dan Hans Vanaken. Namun, petaka datang pada menit ke-66.

Kartu Merah Mengubah Peta Permainan

Situasi berubah drastis ketika Belgia harus bermain dengan 10 pemain. Nathan Ngoy menerima kartu merah setelah melakukan pelanggaran terhadap Taremi. Insiden bermula dari kesalahan pemain belakang Belgia yang memungkinkan Taremi merebut bola dan berada dalam posisi berhadapan langsung dengan Courtois. Unggul jumlah pemain, Iran mulai lebih berani menekan. Beberapa kali mereka mengancam gawang Belgia. Namun, Courtois menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu kiper terbaik dunia dengan menjaga gawangnya tetap aman. Ia melakukan beberapa penyelamatan krusial.

Beiranvand, Bintang di Balik Satu Poin Iran

Di sisi lain, Beiranvand menjadi pahlawan bagi Iran. Penjaga gawang berusia 33 tahun itu mencatatkan tujuh penyelamatan penting sepanjang pertandingan. Penampilannya yang gemilang memastikan Iran membawa pulang satu poin yang sangat berharga. “Kami tahu Belgia adalah tim yang sangat kuat. Tapi kami sudah mempersiapkan diri dengan baik. Saya hanya melakukan tugas saya,” ujar Beiranvand usai pertandingan.

Susunan Pemain

Belgia (4-2-3-1): Thibaut Courtois; Thomas Meunier, Brandon Mechele, Nathan Ngoy, Maxim De Cuyper; Youri Tielemans, Nicolas Raskin; Alexis Saelemaekers, Kevin De Bruyne, Leandro Trossard; Romelu Lukaku.

Iran (5-4-1): Alireza Beiranvand; Saleh Hardani, Hossein Kanaani, Shoja Khalilzadeh, Ali Nemati, Ehsan Hajsafi; Mohammad Mohebbi, Saeid Ezatolahi, Saman Ghoddos, Ramin Rezaeian; Mehdi Taremi.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar