PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto memanggil Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Darmawan, ke Istana Merdeka Jakarta pada Senin, 22 Juni 2025. Pertemuan ini digelar untuk meminta penjelasan langsung terkait pemadaman listrik bergilir yang melanda Pulau Jawa selama sepekan terakhir. Darmawan tiba di kompleks istana dengan membawa laporan teknis, didampingi jajaran direksi, dan menyampaikan bahwa kondisi sistem kelistrikan mulai pulih.
Laporan Langsung ke Kepala Negara
Darmawan memasuki area Istana tidak sendirian. Ia didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi PLN, antara lain Direktur Manajemen Pembangkitan Rizal Calvary Marimbo, Direktur Teknologi Engineering dan Keberlanjutan Edwin Nugraha, serta Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis Rakhmad Dewanto Haris. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan perusahaan dalam merespons situasi yang memicu keresahan publik.
Dalam kesempatan itu, Darmawan menjelaskan bahwa agenda utamanya adalah memberikan laporan menyeluruh mengenai kondisi sistem kelistrikan nasional, penyebab gangguan pada sejumlah pembangkit, serta langkah-langkah pemulihan yang telah dan akan dilakukan.
Pemadaman Mulai Teratasi
Di hadapan awak media, sebelum memasuki gerbang istana, Darmawan menyampaikan kabar yang sedikit melegakan.
“Kami ingin menyampaikan kabar baik. Bahwa pemadaman bergilir yang terjadi minggu lalu di Pulau Jawa, mulai kemarin hari Minggu, kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai membaik, dan pemadaman bergilir berhasil diminimalisir,” kata Darmawan.
Ia menambahkan, perbaikan ini terjadi setelah pasokan energi primer yang sesuai dengan spesifikasi teknis pembangkit mulai kembali mengalir. Pasokan tersebut dialirkan ke sejumlah pembangkit milik PLN maupun pembangkit milik swasta yang selama ini menjadi mitra perusahaan.
Dua Pembangkit Besar Sempat Terganggu
Dalam laporannya, Darmawan mengungkapkan bahwa ada dua pembangkit besar milik mitra PLN yang sempat mengalami kendala teknis. Akibatnya, kedua pembangkit tersebut terpaksa keluar dari sistem kelistrikan Jawa. Situasi ini memperberat beban pasokan listrik dan memicu penerapan pemadaman bergilir di berbagai wilayah.
“Tadi malam, satu pembangkit besar berhasil dipulihkan dan sinkron dengan sistem kelistrikan di Pulau Jawa dan mulai memasok listrik untuk sistem di Pulau Jawa,” ujarnya.
Pemulihan satu unit pembangkit besar ini menjadi titik balik yang signifikan. Dengan kembalinya pasokan dari pembangkit tersebut, beban sistem kelistrikan mulai berkurang dan pemadaman bergilir bisa ditekan.
Permintaan Maaf dan Komitmen Perbaikan
Darmawan tidak menutup mata terhadap dampak yang dirasakan masyarakat. Ia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang terjadi selama sepekan terakhir.
“Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan terhadap masyarakat karena minggu lalu ada gangguan pemadaman bergilir,” ujar Darmawan.
Ia menegaskan bahwa PLN telah bekerja selama 24 jam setiap hari untuk menjaga keandalan sistem. Ke depan, perusahaan berkomitmen melakukan perbaikan tata kelola rantai pasok energi primer. Selain itu, PLN juga akan memperkuat keandalan pembangkit milik sendiri maupun milik mitra swasta.
Langkah-langkah tersebut mencakup pemantauan sistem secara lebih intensif serta pemetaan potensi gangguan secara berkala. Tujuannya jelas: agar kondisi kelistrikan di Pulau Jawa tetap stabil dan kejadian serupa tidak terulang kembali.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kemenkes dan The Lancet Luncurkan Komisi Riset Kesehatan untuk Wujudkan Target Indonesia Emas 2045
Mantan Menlu Hassan Wirajuda Ingatkan Indonesia Cermati Dampak Perundingan AS-Iran terhadap Harga Minyak dan Stabilitas Energi Global
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Perintahkan Polda Buru Pelaku Penyekapan dan Penganiayaan yang Membutakan Korban
PMII Desak Evaluasi Total Kabinet Prabowo-Gibran dalam Aksi di Depan Gedung DPR