PARADAPOS.COM - Hamparan lembah hijau yang kini dipenuhi gemericik air, pepohonan rindang, dan ribuan lebah madu di Bandar Lampung dulunya adalah kawasan tambang batu yang gersang. Transformasi ini melahirkan destinasi wisata alam bernama Lembah Suhita, yang berlokasi di Jalan Batin Mangku Negara, Batu Putuk, Kecamatan Teluk Betung Utara. Tempat ini menawarkan pengalaman konservasi lingkungan dan eduwisata, termasuk belajar memanen madu langsung dari sarangnya, sehingga ramai dikunjungi keluarga, pelajar, dan komunitas pencinta alam saat liburan sekolah.
Dari Tambang Batu Menjadi Oase Hijau
Perubahan wajah lahan seluas satu hektare ini bukanlah proses instan. Kawasan yang dulunya tandus dan berdebu akibat aktivitas penambangan batu kini berubah menjadi area asri yang menyejukkan mata. Suara alat berat perlahan tergantikan oleh dengung lebah dan kicauan burung. Konsep yang diusung pun unik: menggabungkan wisata alam dengan edukasi lingkungan.
Filosofi "From Quarry to Sanctuary"
"Tagline kami adalah From Quarry to Sanctuary. Dulu ini kawasan tambang batu, kemudian perlahan kami ubah menjadi kawasan konservasi dan eduwisata," ujar Adinda Putri Anastasia, Tim Marketing Lembah Suhita saat ditemui beberapa waktu lalu. Pernyataan itu menegaskan bahwa tempat ini bukan sekadar destinasi rekreasi, melainkan juga bukti nyata pemulihan ekosistem.
Aktivitas Edukasi dan Wisata Keluarga
Pengunjung yang datang tidak hanya diajak menikmati udara segar dan panorama alam. Mereka juga bisa menyaksikan langsung proses budidaya lebah madu, dari perawatan sarang hingga teknik pemanenan yang ramah lingkungan. Bagi pelajar, kegiatan ini menjadi laboratorium alam yang memperkaya wawasan tentang keanekaragaman hayati.
Daya Tarik bagi Berbagai Kalangan
Saat musim liburan sekolah tiba, Lembah Suhita menjadi magnet tersendiri. Keluarga muda, rombongan pelajar, hingga komunitas pencinta alam kerap terlihat berbaur di area ini. Mereka datang untuk merasakan sensasi berbeda: belajar sambil bermain di tengah alam yang dulunya merupakan lahan kritis.
Nuansa Alam yang Menyatu dengan Konservasi
Dari kejauhan, hamparan hijau Lembah Suhita tampak kontras dengan lingkungan sekitarnya. Suara gemericik air dari aliran kecil yang sengaja dipertahankan menambah suasana teduh. Pepohonan rindang yang ditanam di berbagai sudut tidak hanya berfungsi sebagai peneduh, tetapi juga menjadi sumber pakan bagi lebah-lebah yang berdengung di antara bunga-bunga.
Dengan pendekatan yang hati-hati dan berbasis pada pemulihan lahan, tempat ini menjadi contoh bagaimana eksploitasi sumber daya alam bisa diubah menjadi kawasan yang bernilai ekologis dan edukatif.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Gojek dan Grab Terapkan Potongan Komisi 8 Persen untuk Ojol Mulai Juli 2026
228.016 Calon Siswa Lolos Seleksi SPMB SMA dan SMK Negeri di Jawa Tengah
Kejagung Masih Buru Eddy Tansil Selama 30 Tahun, Fokus Sita Aset Rp 10,1 Triliun
Anggota DPD Desak Pemerintah Hentikan Sementara Program Makan Bergizi Gratis, Alihkan Dana ke Pemulihan Bencana di Sumatera