Pakar ITB: B50 Aman untuk Mesin Diesel Lama Asal Perhatikan Komponen Ini

- Rabu, 24 Juni 2026 | 06:00 WIB
Pakar ITB: B50 Aman untuk Mesin Diesel Lama Asal Perhatikan Komponen Ini
PARADAPOS.COM - Penerapan biodiesel B50 secara bertahap di Indonesia tidak hanya menuntut kesiapan pasokan bahan bakar, tetapi juga kesiapan pengguna kendaraan diesel, khususnya kendaraan generasi lama. Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menegaskan bahwa secara teknis, kendaraan diesel yang saat ini beredar pada dasarnya dapat menggunakan B50. Namun, sejumlah komponen pada mesin lawas perlu mendapat perhatian ekstra karena karakteristik biodiesel yang berbeda dengan solar konvensional.

Komponen Rawan Degradasi pada Mesin Diesel Lama

Menurut Yannes, kendaraan diesel dengan sistem injeksi mekanis memerlukan penanganan khusus. “Secara teknis, kendaraan diesel lama dengan injeksi mekanis memerlukan perhatian khusus,” jelasnya saat dihubungi ANTARA. Ia memaparkan, sifat pelarut B50 yang lebih kuat dibandingkan solar biasa berpotensi mempercepat degradasi komponen kendaraan. Bagian-bagian seperti selang karet, seal, dan gasket menjadi yang paling rentan. Oleh karena itu, pemilik kendaraan disarankan untuk selalu mengikuti rekomendasi perawatan dari bengkel resmi agar performa mesin tetap optimal.

Kualitas Distribusi dan Sifat Higroskopis Biodiesel

Selain kesiapan kendaraan, keberhasilan implementasi B50 sangat bergantung pada kualitas distribusi bahan bakar dan edukasi kepada masyarakat. Tanpa dua faktor ini, manfaat biodiesel sulit dirasakan tanpa mengganggu operasional harian kendaraan. Yannes menjelaskan, biodiesel memiliki sifat higroskopis, alias mudah menyerap air dari lingkungan. “Karena itu, pengelola SPBU perlu memastikan tangki penyimpanan bahan bakar tetap terjaga dari kelembapan berlebih,” ujarnya. Langkah ini krusial agar kualitas B50 tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.

Perawatan Berkala dan Edukasi Pengguna

Di sisi lain, mekanik bengkel dan pengguna kendaraan juga perlu mendapatkan sosialisasi mengenai perawatan mesin yang sesuai. Salah satu rekomendasi utamanya adalah mempercepat interval penggantian filter solar, terutama pada kendaraan diesel lama. Yannes menilai edukasi menjadi faktor penting dalam masa transisi menuju campuran biodiesel yang lebih tinggi. Dengan pemahaman yang baik, pengguna dapat mengantisipasi kebutuhan perawatan dan memaksimalkan keuntungan dari penggunaan B50.

Manfaat B50: Stabilitas Pasokan dan Emisi Lebih Bersih

Yannes menambahkan, dampak positif B50 akan berbeda antara kendaraan diesel lama dan modern. Pada kendaraan diesel lama yang banyak beroperasi di sektor logistik dan niaga, B50 berpotensi menjaga stabilitas pasokan bahan bakar di dalam negeri. “B50 menjamin stabilitas pasokan bahan bakar di pasaran sehingga biaya operasional logistik tetap ekonomis dan perputaran bisnis terjaga, asalkan pengguna lebih disiplin melakukan perawatan seperti mengganti filter solar,” tuturnya. Sementara itu, pada kendaraan diesel modern yang telah mengadopsi teknologi common rail, keuntungan utama B50 terletak pada sisi emisi. “Bagi pengguna diesel modern berteknologi common rail, manfaat terbesar B50 adalah berkurangnya kepulan jelaga hitam pekat pada gas buang,” ungkap Yannes.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar