PARADAPOS.COM - Di tengah meningkatnya ancaman wabah Ebola varian Bundibugyo, para siswa di Kota Bunia, Republik Demokratik Kongo, tetap mengikuti ujian negara 2026 yang dimulai pada Senin waktu setempat. Otoritas pendidikan setempat memberlakukan protokol kesehatan ketat di setiap pusat ujian, termasuk pemeriksaan suhu tubuh dan kewajiban mencuci tangan, demi mencegah penularan virus. Siswa yang menunjukkan gejala sakit segera dirujuk ke fasilitas kesehatan, namun tetap difasilitasi untuk mengikuti ujian. Wabah ini, yang telah ditetapkan sebagai darurat kesehatan global oleh WHO, merupakan kasus ketujuh belas di Kongo sejak 1976.
Protokol Ketat di Tengah Darurat Kesehatan
Suasana di lingkungan sekolah di Bunia pagi itu terasa berbeda. Para siswa berbaris tertib sebelum memasuki ruang ujian, masing-masing menjalani pemeriksaan suhu tubuh oleh petugas kesehatan yang berjaga. Di sudut-sudut area sekolah, tersedia alat cuci tangan dan sabun tambahan yang sengaja ditempatkan untuk memudahkan akses sanitasi. Langkah ini diambil sebagai antisipasi penyebaran virus di tengah kerumunan peserta ujian.
Langkah Otoritas Pendidikan
Pihak otoritas pendidikan setempat bergerak cepat. Mereka memastikan bahwa setiap pusat ujian telah dilengkapi dengan fasilitas sanitasi yang memadai. Jika ada siswa yang terdeteksi memiliki gejala sakit, mereka akan segera dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun, kata seorang pejabat setempat, “siswa yang menunjukkan gejala sakit akan segera dirujuk ke fasilitas kesehatan, namun tetap diberikan fasilitas untuk mengikuti ujian.” Kebijakan ini diambil agar hak pendidikan anak-anak tidak terabaikan meski situasi darurat tengah berlangsung.
Wabah yang Kian Mengkhawatirkan
Wabah Ebola varian Bundibugyo ini bukanlah yang pertama bagi Kongo. Sejak 1976, negara itu telah menghadapi wabah serupa sebanyak tujuh belas kali. Kini, status darurat kesehatan global yang ditetapkan WHO menambah urgensi penanganan di lapangan. Di tengah tekanan ini, semangat para siswa untuk mengikuti ujian menjadi cermin ketangguhan masyarakat Kongo dalam menghadapi krisis.
Editor: Andri Setiawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 3,56 Persen ke 5.883, Terseret Tekanan Global dan Aksi Jual Besar-Besaran
BEI Pastikan Free Float RANS Capai 28,85 Persen, Lampaui Aturan Bursa
Perempuan 61 Tahun Klaim Kolesterol dan Tekanan Darah Membaik Usai Pakai Alat Terapi Laser
Polresta Yogyakarta Limpahkan Berkas Dugaan Kekerasan di Daycare Little Aresha ke Kejaksaan