Kepala Staf Kepresidenan: Pengungkapan 59 Jaringan Narkotika dan Sita 200 Ton Barang Bukti Bukti Komitmen Nyata Pemerintah

- Jumat, 26 Juni 2026 | 14:50 WIB
Kepala Staf Kepresidenan: Pengungkapan 59 Jaringan Narkotika dan Sita 200 Ton Barang Bukti Bukti Komitmen Nyata Pemerintah
PARADAPOS.COM - Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal TNI Purnawirawan Dudung Abdurachman, menegaskan bahwa komitmen pemerintah dalam memberantas narkoba bukanlah sekadar retorika. Hal ini dibuktikan dengan pengungkapan 59 jaringan sindikat narkotika dan penyitaan lebih dari 200 ton narkoba senilai Rp29 triliun dalam setahun terakhir. Pernyataan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional di Jakarta, Jumat (26/6).

Angka yang Berbicara: Lebih dari Sekadar Janji

Data yang dipaparkan oleh Dudung Abdurachman menunjukkan skala operasi yang masif. Jumlah barang bukti yang berhasil diamankan, mencapai lebih dari 200 ton, mencerminkan besarnya ancaman yang dihadapi bangsa. Nilai ekonominya pun fantastis, mencapai Rp29 triliun—angka yang cukup untuk membiayai berbagai program pembangunan.

Pernyataan Tegas dari Istana

Dalam pidatonya, mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu menekankan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kerja keras aparat di lapangan. "Pemerintah menegaskan komitmen pemberantasan narkoba bukan sekadar retorika, melainkan tindakan nyata yang tercermin dalam pengungkapan 59 jaringan sindikat narkotika dan penyitaan lebih dari 200 ton narkoba senilai Rp29 triliun dalam setahun terakhir," ujarnya di hadapan para peserta acara. Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba masih jauh dari kata usai. Dudung menggarisbawahi perlunya sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat untuk memutus rantai peredaran gelap narkotika.

Konfirmasi di Hari Anti Narkotika

Momen peringatan Hari Anti Narkotika Internasional dipilih secara tepat untuk menyampaikan capaian ini. Suasana di Jakarta pada Jumat pagi itu terasa khidmat, dengan para pejabat dan petugas lapangan yang hadir menyimak arahan. Dudung, dengan latar belakang militernya yang solid, menyampaikan data-data tersebut secara lugas dan penuh keyakinan. Ia menambahkan, angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari nyawa yang terselamatkan dan generasi muda yang terlindungi dari ancaman narkoba. Ke depannya, pemerintah berjanji akan terus meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat operasi di seluruh wilayah Indonesia.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar