Gerindra: Mayoritas Masyarakat Masih Puas dengan Kinerja Prabowo di Tengah Tekanan Ekonomi Global

- Minggu, 28 Juni 2026 | 01:00 WIB
Gerindra: Mayoritas Masyarakat Masih Puas dengan Kinerja Prabowo di Tengah Tekanan Ekonomi Global
PARADAPOS.COM - Partai Gerindra menyatakan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia masih merasa puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto, meskipun tekanan ekonomi global tengah melanda. Klaim ini disampaikan oleh Juru Bicara Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, di kawasan Jakarta Pusat pada Sabtu, 27 Juni 2026. Menurutnya, kepuasan publik didorong oleh langkah-langkah pemerintah dalam membenahi tata kelola sumber daya alam (SDA) dan memperkuat penerimaan negara.

Kepuasan di Tengah Ketidakpastian Global

Di tengah gejolak ekonomi dunia yang tak menentu, Bahtra menilai Presiden Prabowo telah bergerak cepat untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional. Ia menyoroti langkah tegas pemerintah dalam menertibkan pelaku usaha yang dianggap belum menjalankan kewajibannya secara optimal, terutama di sektor pengelolaan SDA. “Kalau kita lihat bahwa mayoritas masyarakat masih puas terhadap kinerja Presiden Prabowo,” kata Bahtra saat ditemui awak media.

Fokus pada Sektor Sawit dan Tambang

Pemerintah, lanjutnya, memberikan perhatian serius pada sektor perkebunan sawit dan pertambangan. Fokus utama kebijakan ini adalah memastikan kontribusi pelaku usaha terhadap penerimaan negara berjalan lebih adil dan optimal. “Kita tahu Pak Prabowo sangat concern dengan pengusaha-pengusaha sawit, pengusaha-pengusaha tambang yang selama ini memberikan sumbangsih terhadap negara sangat kecil. Kenapa sangat kecil? Karena mereka berbagai macam cara dilakukan agar misalnya mengakali pajaknya supaya rendah,” ujarnya. Bahtra menekankan bahwa upaya pembenahan ini menjadi salah satu faktor kunci yang membuat kebijakan ekonomi pemerintah tetap mendapat tempat di hati masyarakat, meskipun situasi global tengah tidak bersahabat.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar