Polisi Tangkap Pria Berkacamata yang Diduga Orang Terakhir Bersama Sekdis DPRKP Bangkalan Sebelum Tewas di Bandara Juanda

- Minggu, 28 Juni 2026 | 19:50 WIB
Polisi Tangkap Pria Berkacamata yang Diduga Orang Terakhir Bersama Sekdis DPRKP Bangkalan Sebelum Tewas di Bandara Juanda
PARADAPOS.COM - Polisi dikabarkan telah menangkap seorang pria berkacamata yang diduga menjadi orang terakhir bersama Ruly Yunis Setiawati, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bangkalan, sebelum jasadnya ditemukan di kawasan Bandara Juanda, Sidoarjo. Informasi ini disampaikan langsung oleh kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, pada Minggu (28/6). Pria tersebut kini masih dalam pemeriksaan intensif, sementara pihak keluarga dan publik menanti pengumuman resmi dari kepolisian terkait motif di balik peristiwa tragis ini.

Kronologi Penangkapan dan Ciri-ciri Pelaku

Risang Bima Wijaya, kuasa hukum keluarga, mengungkapkan bahwa ia mendapat kabar pria tersebut telah diamankan. "Ketangkap katanya. Mau dirilis besok atau lusa," ujarnya saat dikonfirmasi. Menurut informasi yang diterima Risang, pria yang sempat diunggah foto bersama Ruly di media sosial itu bukan berasal dari Pulau Jawa. Ciri-cirinya disebut sangat mirip dengan rekaman kamera pengawas (CCTV) di Terminal 1 Bandara Juanda. "Fotonya itu cocok, kalau cocok-cocokan dengan yang di CCTV, kaus cocok, kacamata cocok, jidat atau dahi itu cocok, rambut cocok, cocok semua," jelas Risang, merinci kesamaan yang ia lihat. "Ya sampingnya kalau kacamata lihat gagangnya, gagangnya itu cocok. Kausnya cocok banget malah, warna, motif garisnya," lanjutnya.

Misteri Motif: Lovescam atau Bukan?

Saat ini, pihak keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengungkap motif pembunuhan. Risang mempertanyakan apakah Ruly menjadi korban penipuan berkedok asmara atau "lovescam", atau ada motif lain di balik kejadian ini. "Motifnya ini apa? Ini "lovescam" atau apa, kalau "lovescam", itu orang dirayu dari jauh, dari jauh sampai dekat-dekat, lewat handphone, lewat komunikasi, komunikasi dipancing datang, hartanya diambil itu "lovescam"," tuturnya. Namun, Risang juga menyoroti kejanggalan. Ia menilai kecil kemungkinan motifnya adalah asmara, mengingat hasil autopsi tidak menunjukkan adanya bekas persetubuhan. "Bisa asmara, tapi kalau asmara dari hasil autopsi tidak ditemukan bekas-bekas persetubuhan atau sperma. Hubungan korban dengan suaminya baik-baik saja, makanya suaminya kaget," ungkapnya.

Firasat dari Unggahan Terakhir

Menjelang kepergiannya, Ruly sempat mengunggah foto dirinya bersama pria tersebut di media sosial pribadi. Bagi Risang, unggahan itu terasa seperti firasat atau pesan tersirat. "Seolah-olah korban ini ingin menunjukkan kalau ada apa-apa dengan saya, saya terakhir bersama orang ini," tegas Risang. Ia menambahkan, "Fotonya sih siangnya, tapi unggahannya kan malam, pukul 19.00 WIB. Tanggal 19, pukul 19.00. Jadi kan seolah-olah gini, kalau ada apa-apa dengan saya, saya terakhir bersama orang ini."

Konfirmasi dari Pihak Kepolisian

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih enggan berkomentar banyak. Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Siko Sesaria Putra Suma belum memberikan konfirmasi terkait kabar penangkapan pria berkacamata tersebut. Sementara itu, Kasi Humas Polresta Sidoarjo AKP Tri Novi Handono menyampaikan bahwa proses penyelidikan masih berjalan. "Kami Polresta Sidoarjo masih melakukan penyelidikan dan pendalaman serta sudah ada beberapa saksi yang diperiksa," pungkasnya. Publik pun masih menanti kejelasan dari pihak berwenang mengenai motif dan rangkaian peristiwa yang menewaskan ASN asal Bangkalan tersebut.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar