PARADAPOS.COM - Di tengah gempuran teknologi plug-in hybrid (PHEV) dari Chery dan BYD, Changan memilih jalur berbeda dengan mengedepankan sistem Range Extended Electric Vehicle (REEV). Perbedaan mendasar antara kedua teknologi ini terletak pada cara mesin bensin bekerja, di mana REEV menjanjikan sensasi berkendara layaknya mobil listrik murni tanpa harus bergantung sepenuhnya pada infrastruktur pengisian daya. Head of Marketing Changan Indonesia, Ridjal Mulyadi, memaparkan detail teknisnya dalam sebuah sesi diskusi di Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa (30/6/2026).
Perbedaan Mendasar REEV dan PHEV
Menurut Ridjal, meski sama-sama mengandalkan mesin bensin, motor penggerak, dan baterai, prinsip kerja keduanya sangat berbeda. Pada REEV, roda hanya digerakkan oleh motor listrik yang mendapat suplai daya dari baterai. Sementara itu, mesin bensin berfungsi semata-mata sebagai generator untuk mengisi ulang baterai saat dayanya menipis.
"Kalau untuk perbedaan REEV dengan PHEV, kalau REEV itu yang menggerakkan roda sebenarnya baterai. Dari baterai itu akan menggerakkan motor listrik, motor listrik menggerakkan roda. Sedangkan kalau PHEV itu tetap sensasi berkendaranya adalah kayak mobil bensin, suatu waktu benar ada elektrik juga tapi tidak akan sensasi full elektrik. Jadi kalau ini sensasinya berkendara mobil listrik tapi punya alternatif pilihan bisa isi bensin atau bisa isi baterai," tutur Ridjal.
Ia menegaskan bahwa pendekatan ini menjawab kekhawatiran konsumen terhadap infrastruktur pengisian daya yang masih terbatas di Indonesia. Pengemudi tetap menikmati akselerasi halus dan respons instan khas kendaraan listrik, namun tanpa rasa cemas kehabisan daya di tengah perjalanan.
Implementasi pada Deepal S05 REEV
Teknologi REEV saat ini sudah diaplikasikan pada model Deepal S05 REEV, sebuah sport utility vehicle (SUV) yang tengah memasuki masa pre-book. Changan membuka kesempatan bagi 500 konsumen pertama, termasuk mereka yang memesan varian Deepal S05 BEV.
Pembeli gelombang awal ini akan mendapatkan sejumlah insentif menarik. Bonus senilai Rp20 juta, gratis asuransi all risk selama satu tahun, serta penawaran harga khusus untuk Battery Lifetime Warranty menjadi paket yang ditawarkan. Semua benefit ini tentu berlaku sesuai syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Di tengah hiruk-pikuk persaingan kendaraan elektrifikasi, langkah Changan ini terbilang unik. Alih-alih ikut arus utama PHEV, mereka justru menawarkan solusi yang menggabungkan keunggulan mobil listrik dengan fleksibilitas bahan bakar konvensional. Sebuah pendekatan yang mungkin saja menjadi jawaban bagi konsumen yang masih ragu beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik murni.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Sidang Perdana Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Tolak Tawaran Damai
Menkeu Tindaklanjuti 11 Temuan BPK pada LKPP 2025 yang Raup Opini WTP
Pramono Anung Siapkan 11 Rusun Baru di Jakarta untuk Jawab Kebutuhan Hunian Pengantin Muda
Investigasi UBK Ungkap Oknum Polisi Tawari Mahasiswa Rp50 Juta untuk Alihkan Lokasi Demo dari Istana