PARADAPOS.COM - Jakarta, 2 Juli 2026 – Chief Operating Officer Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, menegaskan bahwa kinerja positif Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya di sektor perbankan, menjadi fondasi krusial dalam memperkuat perekonomian nasional. Pernyataan ini disampaikan di tengah upaya transformasi BUMN yang tengah gencar dilakukan. Dony menekankan bahwa perbankan pelat merah memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor produktif.
Peran Strategis Perbankan BUMN
Menurut Dony, penyaluran pembiayaan tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Fokus utama harus diarahkan pada sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
"Perbankan BUMN memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.
Ia melanjutkan, sektor manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, pembangunan infrastruktur, hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi prioritas. Sektor-sektor ini dinilai memiliki efek berganda yang kuat terhadap perekonomian. Namun, Dony juga mengingatkan bahwa penguatan tata kelola dan manajemen risiko tetap menjadi syarat mutlak agar transformasi BUMN berjalan berkelanjutan.
Kontribusi Nyata BUMN bagi Negara
Sementara itu, CEO Danantara Indonesia yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, memberikan perspektif lain. Ia menilai kekuatan BUMN tidak semata-mata diukur dari besarnya aset atau laba yang diraup.
"Bank Himbara itu kurang lebih nilainya sekitar Rp1.100 triliun, yang mencerminkan 10 persen dari nilai seluruh capital market atau seluruh nilai perusahaan Indonesia," kata Rosan.
Ia menyoroti kapitalisasi pasar gabungan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang kini mencapai angka fantastis tersebut. Angka itu setara dengan sekitar 10 persen dari total nilai perusahaan di Indonesia. Lebih dari sekadar profit, Rosan menambahkan bahwa fungsi perbankan BUMN adalah memastikan akses pembiayaan tersedia secara merata. Mulai dari UMKM, sektor komersial, hingga korporasi besar harus mendapatkan porsi yang adil.
Sejumlah BUMN Catat Lonjakan Laba
Di sisi lain, Danantara mencatatkan sejumlah pencapaian kinerja yang impresif. Sepanjang periode April 2025 hingga April 2026, beberapa BUMN strategis membukukan pertumbuhan laba yang signifikan. PT Pupuk Indonesia, misalnya, mencatat laba konsolidasi yang melonjak dari Rp1,59 triliun menjadi Rp4,82 triliun.
PT Pertamina (Persero) juga tak kalah gemilang. Laba konsolidasi perusahaan energi pelat merah itu naik dari Rp13,9 triliun menjadi Rp24,97 triliun. Perbaikan kinerja juga terlihat di sektor industri berat. PT Krakatau Steel berhasil membalikkan keadaan dari kerugian Rp981 miliar menjadi laba Rp635 miliar. Pencapaian ini sejalan dengan penurunan beban utang perusahaan dari 1,7 miliar dolar AS menjadi 1,1 miliar dolar AS.
Selain itu, PT Danareksa bertransformasi dari rugi Rp72 miliar menjadi laba Rp43 miliar. Kinerja positif juga ditorehkan oleh PT Kimia Farma yang beralih dari rugi Rp160 miliar menjadi laba Rp108 miliar. PT Len Industri mencatatkan lonjakan dari rugi Rp228 miliar menjadi laba Rp314 miliar, dan PT Semen Indonesia membukukan kenaikan dari minus Rp66 miliar menjadi laba Rp106 miliar.
Capaian-capaian ini dinilai sebagai buah dari agenda transformasi berkelanjutan yang dijalankan Danantara. Tujuannya bukan sekadar memperbesar nilai perusahaan, melainkan juga memperluas kontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional secara inklusif dan berkelanjutan.
Editor: Joko Susilo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Polisi Gugur, Dua Anggota Hilang saat Penggerebekan Narkoba di Katingan
Lima Kebiasaan Perawatan Gigi yang Sering Terlewat, dari Flossing hingga Batasi Gula
Jerman Dakwa Perwira Ukraina sebagai Dalang Sabotase Pipa Gas Nord Stream
Rekonstruksi Kasus Penyiksaan dan Penyekapan di Polda Jabar Peragakan 21 Adegan Kekerasan